TARAKAN — Krisis air bersih melanda sebagian besar wilayah Kota Tarakan. Perumda (PDAM) Tirta Alam Tarakan mencatat produksi air harian mereka turun drastis hingga 142 liter per detik, dari kapasitas normal 333 liter per detik menjadi hanya 191 liter per detik. Akibatnya, aliran air ke ribuan rumah pelanggan di kawasan perbukitan dan pesisir terhenti total.
Direktur Utama Perumda Tirta Alam Kota Tarakan, Iwan Setiawan, mengungkapkan bahwa kondisi darurat ini dipicu oleh habisnya cadangan air baku di Embung Binalatung. Lubang hisap pompa di lokasi tersebut sudah tidak mampu lagi menyerap air, memaksa perusahaan mengambil langkah operasional darurat.
Penurunan pasokan air baku ini memukul dua unit instalasi pengolahan air (IPA). Bahkan, salah satu fasilitas dengan kapasitas 60 liter per detik terpaksa dihentikan operasinya sejak dua hari lalu karena tidak ada bahan baku sama sekali.
"IPA ini 60 liter per detik kita matikan karena ndak ada air bakunya. Sudah dua hari yang lalu kita matikan," jelas Iwan kepada wartawan, Senin (7/9/2026).
Dampak penurunan produksi ini dirasakan langsung oleh sekitar 15.000 pelanggan. Area layanan IPA Kampung 1 menjadi wilayah yang paling terdampak, meliputi Mamburungan, Kampung 1, Kampung 4, Kampung 6, Lingkas Ujung, Gunung Lingkas, Bom Panjang, dan sebagian Selumit Pantai.
Gangguan serupa juga melanda area pelayanan IPA Persemayan. Sejumlah jalan utama seperti Jalan Mulawarman, Jalan Hasanuddin, kawasan Persemayan, hingga Jembatan Bongkok dipastikan tidak akan menerima aliran air dalam beberapa hari ke depan.
Sebagai langkah penanganan jangka pendek, manajemen PDAM menetapkan skema penggiliran aliran air dengan interval dua hari sekali. Iwan mengimbau masyarakat untuk aktif memantau pengumuman resmi agar mengetahui jadwal pasti aliran air di lingkungan masing-masing.
"Nanti akan kita gilir 2 hari sekali. Makanya saya menghimbau kepada masyarakat agar melihat pengumuman di PDAM, di media sosialnya PDAM, komunikasi di media sosialnya PDAM, agar tahu jadwal kapan mereka mengalir, kapan mereka dimatikan alirannya," tuturnya.
Bagi kawasan yang benar-benar tidak teraliri air, PDAM menyiapkan bantuan darurat berupa distribusi air bersih gratis menggunakan mobil tangki. Layanan ini akan diumumkan menyusul berdasarkan permintaan dari masing-masing ketua RT.
"Upaya selain penggiliran, nanti untuk daerah-daerah yang benar-benar tidak mengalir, nanti kita mungkin nanti akan bagikan air gratis. Pakai tangki nanti, nanti kita umumkan. Sesuai permintaan RT-nya nanti," tambah Iwan.
Meski krisis melanda, tidak semua pelanggan di Kota Tarakan mengalami gangguan. Iwan memastikan wilayah yang dilayani IPA Kampung Bugis, IPA Juwata, Bengawan, dan Amal masih berada dalam kondisi aman karena sumber airnya mengandalkan aliran sungai dari kawasan hutan lindung.
Untuk mencegah terulangnya krisis ini, PDAM berencana menambah unit pompa baru di Embung Indulung dan Bengawan pada tahun depan. Investasi ini akan menggunakan anggaran mandiri perusahaan sekitar Rp2 miliar, tanpa membebani keuangan Pemerintah Kota Tarakan.
"Bengawan nanti kita ada rencana pompa baru, sama Indulung. Indulung nanti kita akan tambah satu pompa 200 sampai 300 liter per detik. Terus di Bengawan kita akan pisahkan jalur pipa. Anggaran mandiri, tidak memberatkan pemerintah. Karena dengan kondisi keuangan seperti sekarang kan ndak mungkin kita berharap ke Pemkot," pungkasnya.