PDAM Tarakan Restui Warga Pesisir Potong Pipa Saat Kebakaran, Minta Titik Rusak Segera Dilaporkan

Penulis: Edi Wahyono  •  Sabtu, 19 September 2026 | 13:01:02 WIB

TARAKAN — Manajemen Perumda PDAM Tirta Alam Kota Tarakan menegaskan keselamatan masyarakat jauh lebih berharga daripada kerusakan fisik infrastruktur perpipaan. Apresiasi penuh diberikan atas aksi cepat warga RT 16 Kelurahan Selumit Pantai dan Karang Rejo yang memotong pipa air bersih demi memadamkan kebakaran, Jumat (18/9/26).

Akses Sempit Pesisir Jadi Penghalang Armada Damkar

Direktur PDAM Tirta Alam Kota Tarakan, Iwan Setiawan, menjelaskan kondisi geografis kawasan pesisir yang padat permukiman dengan akses jalan sempit kerap menjadi penghalang utama armada pemadam kebakaran mencapai titik api. Dalam situasi krisis, inisiatif warga memanfaatkan pasokan air pipa PDAM dinilai sebagai tindakan spontan yang tepat dan efektif.

”Masalah pipa PDAM yang dipotong warga itu tidak masalah, sepanjang itu untuk memadamkan kebakaran. Nanti saya menghimbau kepada warga, terutama di pesisir yang tidak bisa masuk mobil pemadam kebakaran, silakan saja pipa PDAM dipotong pada saat kebakaran untuk memadamkan kebakaran di lokasi tersebut,” ujar Iwan Setiawan.

Warga Diminta Laporkan Titik Pipa yang Dipotong Usai Api Padam

Iwan merestui masyarakat di kawasan rawan kebakaran untuk mengambil langkah serupa jika menghadapi situasi darurat di masa mendatang. Meski begitu, ia meminta partisipasi aktif dari ketua RT maupun warga setempat untuk segera melaporkan titik pipa yang rusak usai api padam.

”Tapi saya menghimbau kepada warga atau RT setempat, jika sudah padam api kebakaran tersebut, tolong segera melaporkan pipa-pipa yang dipotong agar bisa kita perbaiki kembali dan bisa digunakan oleh warga,” ujarnya.

Perbaikan Cepat demi Distribusi Air Bersih Normal

Laporan cepat tersebut dibutuhkan agar tim teknis dapat langsung melakukan perbaikan. Dengan begitu, distribusi air bersih ke rumah pelanggan kembali normal tanpa hambatan.

Kebijakan restu pemotongan pipa ini berlaku khusus untuk kawasan pesisir yang tidak bisa dijangkau mobil pemadam kebakaran. Warga di kawasan tersebut diminta tetap mengutamakan keselamatan jiwa saat menghadapi kebakaran.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: fokusborneo.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top