Pencarian

Tom's Guide Awards 2026: MacBook Neo hingga Galaxy Z Fold 8 Raih Hero Awards

Kamis, 17 September 2026 • 20:22:01 WIB
Tom's Guide Awards 2026: MacBook Neo hingga Galaxy Z Fold 8 Raih Hero Awards

KALIMANTAN UTARA — Tom's Guide Awards 2026 menobatkan sejumlah produk teknologi paling berpengaruh tahun ini, dari laptop murah Apple hingga chip AI Nvidia. Penghargaan Hero Awards kategori ini menyoroti inovasi, desain, keberlanjutan, dan nilai terbaik dari ratusan perangkat yang diuji selama setahun terakhir. Ada kejutan: Fitbit yang sempat "dimatikan" Google justru menang lewat pelacak kebugaran tanpa layar seharga USD 99.

Tim Tom's Guide menghabiskan satu tahun penuh menguji ratusan perangkat, aplikasi, dan layanan lintas 11 kategori berbeda. Dari proses itu, mereka memilih sejumlah pemenang Hero Awards yang dinilai tidak sekadar unggul dalam pengujian, tetapi juga mendorong industri bergerak ke arah baru. Penilaian mencakup inovasi teknis, desain, upaya keberlanjutan, hingga nilai uang yang ditawarkan ke pembeli.

MacBook Neo: Laptop Murah Apple yang Bikin Standar Baru

Apple mengejutkan banyak pihak lewat MacBook Neo, yang disebut sebagai salah satu laptop murah terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Premisnya sederhana: pakai chip A18 Pro dari lini iPhone, pasang macOS, lalu bungkus dalam bodi aluminium berwarna cerah.

Desainnya kokoh, layarnya bagus, performa chip iPhone-nya kuat, dan baterainya tahan lama. Menurut Jason England, Managing Editor Core Tech Tom's Guide, kombinasi keseluruhan inilah yang membuat produk ini unggul. Apple disebut membalik meja soal apa yang membuat laptop murah layak dibeli.

Alih-alih cangkang plastik murahan dengan internal kuat, pengguna kini bisa mendapat sistem yang terasa premium meski harganya lebih rendah.

Nvidia RTX Spark: Chip AI yang Bisa "Membunuh" MacBook Pro

Nvidia menyiapkan chip RTX Spark N1X yang akan diluncurkan Oktober mendatang di sejumlah notebook ultra premium. Pembicaraan publik lebih banyak soal kemampuan AI lokal, tapi Tom's Guide melihatnya dari sudut berbeda.

Silikon ini disebut menyelesaikan kompromi lama perangkat kreator: mesin untuk kerja siang hari, dan tetap bisa dipakai main game di malam hari. Di dalamnya ada CPU Arm Grace yang dipasangkan GPU dengan jumlah core setara RTX 5070 desktop, plus kolam memori terpadu berukuran besar.

Nvidia dinilai membawa "momen Apple Silicon" ke dunia Windows tanpa mengorbankan gaming PC.

Galaxy Z Fold 8: Foldable Tertipis dengan Teknologi Flex Titanium

Samsung Galaxy Z Fold 8 dinobatkan sebagai foldable dengan desain terbaik yang pernah diuji Tom's Guide selama tujuh tahun terakhir. Samsung menciptakan desain bergaya paspor yang kompak, meski menyembunyikan layar 7,6 inci di dalamnya.

Teknologi Flex Titanium jadi bintang utamanya, terdiri dari film paduan titanium dan pelat titanium. Film ini menopang layar di bawah panel OLED, dengan kekakuan 20 kali lipat dibanding film plastik namun ketebalannya hanya 30 persen dari rambut manusia.

Hasilnya, panel layar lebih tipis tapi tetap kuat. Pelat titanium menopang layar dari bawah dengan struktur fleksibel yang memungkinkan ikatan lebih rapat ke modul layar, sehingga celah udara hilang dan lipatan layar kurang terlihat.

Mark Spoonauer, Global Editor-in-Chief Tom's Guide, menyebut desain Samsung ini tetap jadi foldable tertipis dan teringan yang menggabungkan ponsel dan tablet dalam satu perangkat.

SharkNinja: Perusahaan yang Menebak Kebutuhan Sebelum Disadari

SharkNinja dinobatkan sebagai Company of the Year karena dinilai punya kemampuan langka: mengantisipasi apa yang diinginkan orang sebelum mereka sadar membutuhkannya. Perusahaan ini tidak sekadar meluncurkan produk viral, tapi terus mengembangkannya mengikuti kebiasaan manusia.

Ketika Ninja Slushi viral di internet, SharkNinja menghadirkan versi dua tangki yang dirancang khusus untuk meningkatkan cara orang menjamu tamu di rumah. Saat kesadaran soal asupan tubuh meningkat, mereka masuk ke kategori hidrasi bersih lewat Ninja HydraSense, sistem filtrasi countertop yang membuat air murni instan dan mudah dilacak.

Contoh paling menyentuh datang dari Shark ChillPill. Produk ini tampak seperti gadget gaya hidup, tapi berfungsi sebagai alat pemberdayaan personal. Kate Kozuch, Head of Video Tom's Guide, mengisahkan seorang temannya yang hidup dengan disabilitas sistem saraf sehingga tubuhnya tidak bisa mengatur suhu sendiri.

Pelat pendingin kontak ChillPill disebut benar-benar mengubah hidup temannya itu, karena memberi kemampuan menikmati aktivitas musim panas yang sebelumnya terasa mustahil.

Framework: Melawan Obsolesensi Rencana Sejak 2020

Framework membuktikan komitmen keberlanjutan bukan sekadar bicara. Sejak berdiri 2020, misi perusahaan adalah menghapus obsolesensi terencana demi reparabilitas total, dimulai dari laptop, lalu desktop, dan tak lama lagi keyboard nirkabel dengan touchpad bawaan.

Alih-alih menghasilkan lebih banyak e-waste, perangkat Framework dirancang untuk di-upgrade, diperbaiki, dan dimodifikasi tanpa henti. Mulai dari Framework Laptop 16, Framework Laptop 13 Pro, hingga Framework Desktop, semuanya disebut sebagai impian para enthusiast teknologi.

Anthony Spadafora, Managing Editor Security and Home Office Tom's Guide, mengaku terkesan saat mengulas Framework Desktop tahun lalu. Ia kagum dengan daya besar yang dimampatkan ke casing mungil, plus kemampuan menukar port depan secara langsung sesuai kebutuhan.

Adidas Adizero Adios Pro Evo 3: Sepatu Maraton Sub-2 Jam

Adidas Adizero Adios Pro Evo 3 punya debut yang nyaris sempurna. Beberapa hari setelah diperkenalkan, sepatu ini dipakai Sabastian Sawe untuk mencetak maraton sub-2 jam pertama, dan Yomif Kejelcha untuk maraton sub-2 jam kedua saat finis di belakang Sawe di London Marathon.

Kejelcha kemudian memakai sepatu yang sama untuk memecahkan rekor dunia half marathon di Buenos Aires. Nick Harris-Fry, Senior Writer Tom's Guide, merasakan langsung pantulan ekstrem dan bobot super ringan Pro Evo 3 saat sempat mencobanya.

Sepatu ini disebut menetapkan standar baru di segmen paling kompetitif pasar sepatu lari, dengan dampak terbesar sejak Nike Vaporfly generasi pertama.

Fitbit Air: Pelacak USD 99 Tanpa Layar yang Menang Nilai

Google mengakuisisi Fitbit pada 2021, dan sejak itu tampak berniat memangkas merek tersebut. Google resmi menghentikan smartwatch berlabel Fitbit pada 2024. Namun pada 2026, Fitbit hidup kembali lewat Fitbit Air.

Perangkat ini dijual USD 99 (sekitar Rp 1,6 juta), sederhana, andal, dan nyaman dipakai. Fitbit Air adalah pelacak kebugaran tanpa layar yang dirancang memantau kesehatan, gerakan, latihan, dan tidur — tanpa fitur pintar yang berlebihan. Justru itu poinnya.

Bobotnya ringan dan tampilannya lebih mirip gelang keren ketimbang perangkat wearable yang norak, terutama dengan strap edisi terbatas Steph Curry. Tanpa layar, data menyatu ke aplikasi Google Health untuk dilihat dengan mudah.

Yang membedakan dari pesaing tanpa layar yang lebih mahal seperti Whoop 5.0, semua insight paling berharga seperti laporan tidur detail, catatan latihan, dan skor Readiness harian tersedia tanpa langganan.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks