PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan melalui Fuel Terminal Tarakan menyalurkan bantuan kesehatan kepada masyarakat dan petugas yang terdampak kabut asap karhutla di Kota Tarakan. Bantuan disalurkan bertahap sejak Agustus hingga September 2026 ke sejumlah instansi penanganan bencana dan warga yang tetap beraktivitas di luar ruangan. Total bantuan mencakup 1.850 masker KN95, 420 paket vitamin, dan 720 kaleng susu steril.
TARAKAN — PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Regional Kalimantan melalui Fuel Terminal (FT) Tarakan menyalurkan bantuan kepada masyarakat dan petugas yang terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Tarakan. Penyaluran dilakukan secara bertahap sejak Agustus hingga September 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan wujud kepedulian perusahaan kepada masyarakat sekaligus dukungan bagi para petugas yang bekerja menangani karhutla.
"Kabut asap berdampak terhadap aktivitas masyarakat, terutama mereka yang tetap harus bekerja di luar ruangan. Melalui bantuan ini, kami ingin membantu menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mendukung para petugas yang terus bekerja di lapangan," ujar Edi di Tarakan, Sabtu.
Dalam kegiatan tersebut, Pertamina menyalurkan 1.850 masker KN95, 420 paket vitamin, 720 kaleng susu steril, serta sejumlah respirator dan cartridge. Bantuan itu untuk membantu melindungi kesehatan masyarakat dan petugas selama beraktivitas di tengah kabut asap.
Penyaluran bantuan menyasar masyarakat di sekitar wilayah operasional, Markas Korlakar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kota Tarakan, serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tarakan.
Selain instansi penanganan bencana, bantuan juga diberikan kepada masyarakat yang tetap beraktivitas di luar ruangan. Penerimanya antara lain petugas kebersihan, pekerja di Tempat Pembuangan Sementara (TPS), pengemudi ojek daring, dan kelompok masyarakat terdampak lainnya.
Kelompok pekerja luar ruangan menjadi perhatian utama karena mereka tidak bisa menghindari paparan kabut asap saat menjalankan aktivitas harian. Masker KN95 dan vitamin diberikan agar risiko gangguan pernapasan bisa ditekan selama kualitas udara memburuk.
Menurut Edi, penanganan karhutla dan dampaknya membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Pertamina mengapresiasi pemerintah daerah, petugas, relawan, dan masyarakat yang terus berupaya menangani karhutla di Kota Tarakan.
"Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan petugas selama menjalankan aktivitas. Kami juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terus bekerja dalam penanganan karhutla," tambahnya.
Lurah Kampung Empat, Muhammad Maulidin, mengapresiasi dukungan yang diberikan Pertamina kepada Korlakar Kelurahan Kampung Empat.
"Kami berterima kasih kepada Pertamina FT Tarakan atas bantuan logistik yang diberikan kepada Korlakar Kelurahan Kampung Empat. Bantuan ini sangat diperlukan untuk mendukung kegiatan pemadaman kebakaran," ujar Maulidin.
Penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina. Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah dan masyarakat, Pertamina berkomitmen memberikan manfaat nyata serta mendukung upaya penanganan dampak karhutla di sekitar wilayah operasional.