TARAKAN — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Utara H. Denny Harianto membuka langsung forum Monitoring dan Evaluasi Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) Tahun Anggaran 2026 di Ballroom Hotel Padmaloka Tarakan. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 16-18 September 2026, dan diikuti pemangku kepentingan koperasi dari kabupaten/kota se-Kaltara.
Disperindagkop dan UKM Provinsi Kaltara menyelenggarakan monev ini sebagai ruang evaluasi menyeluruh terhadap progres pembangunan sarana fisik sekaligus kesiapan tata kelola koperasi. Salah satu agenda utamanya adalah perkembangan Verifikasi dan Validasi (Verval) yang terintegrasi dalam Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (SIMKOPDES).
41 Koperasi di Kaltara Siap Jalani Verval
Data SIMKOPDES terbaru mencatat sebanyak 41 koperasi di wilayah Kaltara siap menjalani proses verval. Rinciannya, 22 koperasi telah selesai verifikasi lapangan, 6 koperasi dalam tahap finalisasi, dan 14 koperasi telah masuk dalam jadwal kunjungan.
Lima koperasi lainnya masih dalam tahap persiapan penjadwalan. Proses verval tersebut dilaksanakan secara terpadu di kabupaten/kota se-Kaltara dengan mengacu pada Pedoman Menteri Koperasi RI Nomor 1 Tahun 2026 tentang Panduan Teknis Verifikasi dan Validasi Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan, dan Kelengkapan KDKMP.
Koperasi Disebut Tulang Punggung Ekonomi Kerakyatan
Dalam sambutannya, Sekprov Denny Harianto menegaskan posisi koperasi dalam struktur ekonomi daerah. Ia meminta seluruh pihak tidak berhenti pada rutinitas administrasi.
"Koperasi adalah tulang punggung ekonomi kerakyatan. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tidak sekadar menjalankan rutinitas administrasi, tetapi benar-benar memastikan pembangunan fisik gerai, pergudangan, hingga verifikasi dan validasi berjalan presisi," ujar Denny.
Menurutnya, KDKMP diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri, transparan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat Kalimantan Utara.
Pembangunan Fisik Gerai dan Pergudangan Jadi Perhatian
Kepala Disperindagkop dan UKM Provinsi Kaltara H. Edy Suharto menyampaikan bahwa forum monev menjadi ruang evaluasi menyeluruh terhadap progres pembangunan sarana fisik sekaligus kesiapan tata kelola koperasi. Evaluasi mencakup kesiapan gerai, pergudangan, hingga kelengkapan dokumen koperasi.
Untuk memperkuat substansi kegiatan, panitia menghadirkan sejumlah narasumber. Di antaranya Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) selaku Ketua Satgas Verval KDKMP Wilayah V, Krisdianto, serta Pasi Komsos Siter Korem 092/Maharajalila, Mayor Inf Yudi Gunawan.
Rangkaian monev ini menjadi dasar bagi Pemprov Kaltara untuk memastikan seluruh koperasi desa dan kelurahan memenuhi standar sebelum beroperasi penuh. Koperasi yang belum tuntas verval akan mengikuti jadwal kunjungan dan finalisasi sesuai tahapan yang ditetapkan Satgas Verval.