TARAKAN — Razia gabungan melibatkan puluhan personel dari Satbrimob Polda Kaltara, Polres Tarakan, jajaran Kodim 0907/Trk, dan BNNP Kalimantan Utara. Kegiatan diawali apel gabungan, lalu pemeriksaan badan serta pengarahan kepada sejumlah WBP di masing-masing blok hunian.
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan, Jupri, memimpin langsung kegiatan tersebut. Menurut Jupri, razia ini bagian dari dukungan Lapas Tarakan terhadap pelaksanaan 15 Program Akselerasi yang dicanangkan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto.
Program akselerasi itu menyasar pemberantasan peredaran narkoba dan penipuan dengan berbagai modus di Lapas maupun Rutan.
Puluhan personel gabungan menyisir setiap sudut kamar hunian secara menyeluruh. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.
Jupri menyebut kegiatan tersebut juga merupakan tindak lanjut arahan Direktur Jenderal Pemasyarakatan. Arahan itu menekankan peningkatan kewaspadaan dan deteksi dini guna mewujudkan Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan yang bebas dari narkoba.
Dari hasil penggeledahan, petugas tidak menemukan alat komunikasi berupa handphone maupun indikasi adanya peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya di dalam Lapas.
Setelah penggeledahan kamar hunian selesai, puluhan WBP dan petugas mengikuti pemeriksaan tes urine. Tes urine dilakukan dengan pengawasan Tim BNNP Kalimantan Utara.
Hasil pemeriksaan urine menunjukkan negatif dari indikasi penyalahgunaan narkoba.
Dansat Brimob Polda Kaltara Kombes Pol. Sutrisno Hady Santoso, S.I.K., M.M., mengatakan keterlibatan personel Brimob merupakan bentuk dukungan terhadap sinergi antarinstansi dalam menjaga keamanan dan mencegah peredaran narkoba di lingkungan Lapas.
"Satbrimob Polda Kaltara siap mendukung upaya bersama Lapas, TNI-Polri dan BNNP Kaltara dalam melakukan pencegahan serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara profesional, humanis dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," ujarnya.
Kegiatan razia gabungan berlangsung aman dan tertib. Lapas, TNI-Polri, dan BNNP Kaltara menempatkan razia ini sebagai bagian dari penguatan deteksi dini di lingkungan pemasyarakatan.