Anggota DPR Rahmawati Minta Kendaraan Listrik di Kaltara Terjangkau Petani dan UMKM, Bukan Cuma Warga Kota

Penulis: Edi Wahyono  •  Jumat, 25 September 2026 | 05:17:31 WIB
Anggota DPR Rahmawati meminta perencanaan ekosistem kendaraan listrik di Kaltara disesuaikan dengan karakter geografis wilayah.

TANJUNG SELOR — Rahmawati menegaskan bahwa transformasi kendaraan listrik di Kalimantan Utara tidak bisa disamakan dengan pola di daerah lain. Wilayah Kaltara mencakup kawasan perkotaan seperti Tarakan dan Tanjung Selor, tetapi juga pedalaman, kepulauan, hingga kawasan perbatasan dengan jarak antardaerah yang relatif jauh.

Karena itu, ia meminta perencanaan ekosistem kendaraan listrik di Kaltara disesuaikan dengan karakter geografis tersebut, bukan sekadar mengikuti pertumbuhan pasar di kota-kota besar.

Harga Kendaraan Listrik Diminta Jangkau Petani hingga Warga Berpenghasilan Rendah

Persoalan harga menjadi sorotan utama Rahmawati dalam rapat tersebut. Menurutnya, produk kendaraan listrik yang beredar di pasaran perlu mempertimbangkan daya beli masyarakat daerah.

Ia berharap kendaraan listrik tidak hanya terjangkau kelompok masyarakat dengan kemampuan ekonomi tertentu. Petani, pelaku UMKM, dan masyarakat berpenghasilan rendah juga harus punya peluang yang sama untuk mengaksesnya.

"Di Kaltara kendaraan listrik seperti mobil dan motor listrik belum booming, tapi mungkin ke depan akan jadi pilihan masyarakat," kata Rahmawati.

SPKLU Diminta Disiapkan Sebelum Jumlah Kendaraan Listrik Melonjak

Selain harga, kesiapan infrastruktur pengisian daya menjadi perhatian Rahmawati. Ia mengingatkan agar pertumbuhan jumlah kendaraan listrik tidak melampaui pembangunan fasilitas pengisian daya, khususnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

"Kesiapan infrastruktur pengisian daya atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) juga harus disiapkan," ungkapnya.

Ketersediaan fasilitas pengisian dinilainya sebagai bagian penting dalam membangun ekosistem kendaraan listrik. Jangan sampai warga sudah membeli kendaraan listrik, tetapi kesulitan menemukan lokasi pengisian saat melakukan perjalanan.

Standar Keselamatan Jadi Syarat Produk yang Beredar

Aspek keamanan kendaraan juga masuk dalam catatan Rahmawati. Ia menegaskan pengembangan kendaraan listrik harus memastikan produk yang beredar memenuhi standar keselamatan.

"Selain harga dan charger, aspek keamanan kendaraan juga menjadi perhatian. Pengembangan kendaraan listrik pun harus memastikan produk yang beredar memenuhi standar keselamatan," tegasnya.

Menurutnya, kesiapan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya soal kendaraan yang dijual ke masyarakat. Infrastruktur pendukung, aspek keselamatan, dan aksesibilitas harus mengikuti kebutuhan warga di berbagai wilayah Kaltara.

Kaltara Butuh Perencanaan Berbeda dari Daerah Lain

Rahmawati menyoroti bahwa Kaltara memiliki karakter wilayah yang tidak sama dengan sejumlah daerah lain di Indonesia. Selain kawasan perkotaan, terdapat wilayah pedalaman, kepulauan, dan perbatasan yang jarak antardaerahnya relatif jauh.

Kondisi itu membuat pengembangan kendaraan listrik di Kaltara membutuhkan perencanaan yang disesuaikan dengan karakteristik wilayah. Harapannya, pertumbuhan kendaraan listrik tidak berhenti di kawasan perkotaan saja.

Kebutuhan masyarakat di pedalaman, kepulauan, dan perbatasan juga perlu dipertimbangkan agar manfaat kendaraan listrik dapat dirasakan lebih luas.

Reporter: Edi Wahyono
Sumber: rri.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top