Aki Alat Pemantau Gunung Anak Krakatau Hilang Diduga Dicuri

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Senin, 28 September 2026 | 15:23:01 WIB
Aki perangkat pemantauan Gunung Anak Krakatau dilaporkan hilang saat tim melakukan perbaikan alat.

KALIMANTAN UTARA — Sejumlah aki pada perangkat pemantauan Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan hilang dan diduga dicuri orang. Kehilangan terungkap saat tim Pos Pantau GAK mengecek alat yang dilaporkan rusak, termasuk CCTV yang tidak berfungsi. Kepala Pos Pantau GAK Lampung Selatan, Suwarno, membenarkan informasi tersebut namun belum menerima laporan lengkap dari lapangan.

Kepala Pos Pantau GAK Lampung Selatan, Suwarno, membenarkan kabar kehilangan itu. Ia menyebut timnya masih berada di kawasan gunung untuk memperbaiki alat, termasuk CCTV yang tidak berfungsi.

"Benar, katanya ada aki yang hilang. Tapi saya belum konfirmasi sama yang di lapangan," kata Suwarno saat dihubungi, Minggu (27/9/2026).

Kronologi Kehilangan Terungkap Saat Perbaikan Alat

Perbaikan peralatan pemantauan jadi pemicu ditemukannya kehilangan tersebut. Tim yang dikirim ke lokasi berniat memperbaiki alat yang tidak beroperasi, tetapi justru menemukan aki-aki sudah tidak ada di posisinya.

"Iya, untuk memperbaiki alat di sana. Kan nggak jalan itu. Rencananya mau perbaikan, pas dilihat malah aki-akinya pada hilang," ujar Suwarno.

Ia belum bisa memastikan kapan tepatnya aki tersebut hilang. Suwarno menduga kondisi kawasan GAK setelah erupsi membuat pihaknya baru mengetahui kehilangan itu saat pengecekan dilakukan.

"Ya mungkin (hilangnya) habis erupsi, nggak tahu siapa yang ke situ ya mungkin karena sudah reda ada yang ke sana," katanya.

Jumlah Aki yang Hilang Belum Pasti

Data pasti soal jumlah aki yang raib juga belum dipegang Suwarno. Ia menyebut ada informasi mengenai delapan titik, namun belum jelas apakah aki di seluruh titik tersebut hilang atau hanya sebagian.

"Katanya sih ada delapan. Entah yang hilangnya atau semuanya yang delapan-delapannya itu atau yang sebagian," ungkapnya.

Kendala sinyal di sekitar kawasan GAK memperlambat proses konfirmasi. Tim yang berada di lapangan belum bisa memberikan laporan lengkap ke pos pantau.

"Belum. Saya belum konfirmasi karena diteleponin sama saya mungkin karena ada di laut atau di mana, ini kan susah sinyal di sana," jelasnya.

Dampak pada Pemantauan Aktivitas Vulkanik

Hilangnya aki pada perangkat pemantauan berpotensi mengganggu pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Perangkat tersebut mencakup CCTV dan sejumlah sensor yang menjadi bagian dari sistem pemantauan gunung berapi aktif di Selat Sunda.

Suwarno mengatakan informasi mengenai kehilangan aki kemungkinan sudah diketahui pihak terkait di pusat. Namun hingga kini belum diketahui siapa pihak yang mengambil perangkat tersebut.

"Nanti kalau sudah ada kabar dari tim yang ke sana, saya kasih tahu berapa jumlahnya," pungkasnya.

Kawasan Gunung Anak Krakatau berada di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, dan dikenal sebagai salah satu gunung berapi paling aktif di Indonesia. Aktivitas vulkaniknya dipantau secara rutin oleh Pos Pantau GAK untuk kepentingan mitigasi bencana.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: travel.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top