NUNUKAN — Kepala Bidang Penyuluhan DKPP Nunukan Widodo memimpin langsung peninjauan lahan di kawasan SAE Lapas Nunukan. Ia hadir bersama Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta staf pelaksana.
Survei dilakukan untuk memetakan kondisi lahan, kesesuaian lokasi, hingga potensi komoditas yang bisa dikembangkan. Tim penyuluh tidak hanya melihat kondisi lahan, tetapi juga memberi pendampingan teknis kepada warga binaan yang terlibat kegiatan pertanian.
Materi pendampingan mencakup teknik budidaya, pengelolaan lahan, pemilihan komoditas, hingga penerapan praktik pertanian untuk meningkatkan produktivitas. DKPP memastikan pendampingan tidak berhenti di tahap penanaman.
Penyuluh akan diarahkan mendampingi proses budidaya mulai dari persiapan lahan, pemeliharaan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga masa panen.
“Pendampingan ini tidak hanya diarahkan pada pemanfaatan lahan agar lebih produktif, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran dan keterampilan bagi warga binaan,” kata Widodo.
Salah satu potensi yang bisa dikembangkan di kawasan SAE Lapas Nunukan adalah pemanfaatan limbah cair dari air cucian beras menjadi pupuk organik cair. Pemanfaatan limbah itu dinilai dapat mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia yang harganya relatif mahal.
“Jadi ada dua manfaat, lahan bisa lebih produktif dan limbah cair yang sebelumnya terbuang dapat dimanfaatkan menjadi bahan pupuk organik,” ujarnya.
Pengolahan limbah juga menjadi bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan di kawasan lapas.
Widodo berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan dari kegiatan pertanian dapat dimanfaatkan selama menjalani pembinaan maupun menjadi bekal ketika kembali ke tengah masyarakat. Menurutnya, lahan di kawasan SAE Lapas Nunukan punya potensi mendukung program ketahanan pangan daerah jika dikelola secara terencana dan berkelanjutan.
DKPP juga mendorong kolaborasi lintas sektor agar pemanfaatan lahan SAE Lapas Nunukan dapat dikembangkan lebih optimal. Pengembangan itu diharapkan tidak hanya berdampak pada ketahanan pangan, tetapi juga meningkatkan keterampilan dan kemandirian warga binaan.
Survei dan pendampingan ini menjadi langkah awal DKPP Nunukan memetakan potensi pertanian di kawasan SAE sekaligus memperkuat kerja sama antara penyuluh pertanian dan Lapas Nunukan dalam mendukung ketahanan pangan di daerah.