TARAKAN — Keluhan serupa datang dari pengguna jalan lain, Dwi Kartika Gading. Ia menilai kerusakan Jalan Gajah Mada mengganggu kenyamanan berkendara, khususnya saat jalan basah dan muncul genangan.
"Kalau sedang hujan memang agak susah lewat karena ada bagian yang becek dan berlubang. Jadi harus pelan-pelan," tuturnya.
Dwi berharap perbaikan segera dilakukan pada bagian jalan yang rusak. Menurutnya, Jalan Gajah Mada ramai dilintasi warga setiap hari sehingga perbaikan mendesak dibutuhkan.
"Harapannya diperbaiki, terutama yang lubang-lubang itu. Karena jalan ini ramai dan banyak yang lewat setiap hari," tukasnya.
Naufal Ihsani menyebut lubang yang tergenang air membuat pengendara sulit memperkirakan kedalaman kerusakan jalan. Kondisi itu memaksa dirinya lebih hati-hati saat melintas.
"Kalau hujan jalannya becek, terus ada lubang juga. Jadi harus hati-hati lewatnya," ungkap Naufal.
Kekhawatiran lain datang dari sisi keselamatan kendaraan. Naufal menilai pengendara yang tidak mengetahui keberadaan lubang berpotensi mengalami kerusakan pada bagian kendaraan.
"Takut juga kalau kendaraan sering lewat jalan yang berlubang seperti itu, bisa rusak. Apalagi kalau lubangnya tertutup air, kita tidak tahu seberapa dalam," katanya.
Jalan Gajah Mada berada di kawasan tengah Kota Tarakan dan menjadi salah satu akses jalan terpadat di kota itu. Ruas tersebut menghubungkan warga menuju sejumlah lokasi, termasuk Pasar Gusher, kawasan hutan mangrove, hingga Pelabuhan Tengkayu II.
Tingginya aktivitas kendaraan yang melintas membuat kerusakan badan jalan berdampak langsung pada arus lalu lintas. Pengendara harus menyesuaikan kecepatan ketika melewati bagian jalan yang berlubang.
Selain badan jalan, keberadaan parit atau drainase di sekitar Jalan Gajah Mada turut menjadi perhatian. Saluran air itu berkaitan erat dengan munculnya genangan saat hujan.
Hingga berita ini diterbitkan, instansi pemerintah daerah belum memberikan tanggapan mengenai kondisi Jalan Gajah Mada maupun penanganan drainase di kawasan tersebut. Warga berharap perbaikan jalan dan saluran air segera direalisasikan agar aktivitas harian tidak terganggu.