KALIMANTAN UTARA — Kreator konten Vilmei menuai kritik setelah seri video "cari kerja" di TikTok dan Instagram dinilai tidak empati di tengah sulitnya lapangan kerja Indonesia. Video lamaran kerja ke warung gudeg dengan negosiasi gaji Rp 13 juta yang ditolak menjadi pemicu utama kecaman warganet. Sejumlah video asli sudah dihapus, tetapi potongannya tersebar luas di media sosial.
Kreator konten Vilmei menghadapi gelombang kritik setelah mengunggah seri video yang memperlihatkan dirinya mencari pekerjaan, mulai dari menyewa kos hingga melamar ke berbagai tempat usaha. Warganet menilai konten tersebut kurang peka terhadap kondisi masyarakat yang tengah kesulitan mendapatkan pekerjaan.
Salah satu video yang paling banyak diperbincangkan memperlihatkan Vilmei melamar kerja di sebuah warung gudeg. Ia menyebut angka gaji Rp 13 juta, yang langsung ditanggapi pemilik warung dengan kisaran Rp 2,5 juta. Potongan video itu menyebar cepat di platform X dan memicu ribuan komentar.
Akun @dumbtrvck menulis, "Dear vilmei, disaat banyaknya orang yang susah banget nyari kerja, lu malah main beginian, nirempati." Cuitan itu telah dilihat lebih dari 2,1 juta kali, disukai lebih dari 16.000 akun, dan mendapat 474 komentar.
Kritik senada datang dari @ruangnalars yang menyoroti sulitnya proses melamar kerja saat ini. "Agak kurang elok sih ya liat konten ngelamar kerja dijadiin buat seru-seruan doang. Vilmei mungkin lu ngga bakal ngerasain susahnya nyari kerja, tapi hrsnya lu tau sekarang nyari kerja lagi susah setengah mati. Banyak yang stres kirim ratusan CV kagak tembus-tembus," tulisnya.
Akun @wiwinnf meminta kreator berhenti membuat konten sejenis, sementara sejumlah warganet mempertanyakan alasan Vilmei tiba-tiba pindah ke kos. Video asli dari seri tersebut terpantau sudah tidak tersedia, namun potongannya masih beredar luas.
Di akun Instagram @vilmei, kreator bernama asli Meicy Villia ini menjelaskan bahwa ia berencana resign dari pekerjaan sebagai content creator setelah kehilangan uang Rp 1,2 miliar. Video penjelasan tersebut telah disaksikan 6,4 juta kali.
"Yes, kalian nggak salah denger rencananya aku bakal pindah ke kosan atau ke kontrakan supaya aku bisa belajar jadi lebih mandiri," ungkap Vilmei dalam video tersebut. Ia mengaku telah mempertimbangkan keputusan ini sejak lama dan merasa waktu yang tepat untuk memulainya.
Vilmei juga membuka pertanyaan kepada audiens soal jenis pekerjaan yang cocok untuk mengumpulkan Rp 100 juta pertama. Ia menyebut opsi seperti kasir, waiters, tukang fotokopi, hingga barista, dan mengaku ingin memulai dari nol.
Menghadapi kritik yang meluas, Vilmei menyampaikan permohonan maaf melalui Instagram Story. Ia mengaku menyadari bahwa mencari pekerjaan bukan hal mudah dan menegaskan akan lebih peka ke depannya.
"Terima kasih untuk semua yang sudah menyampaikan kritik dan masukan. Aku menerima dan menjadikannya pembelajaraan untuk memperbaiki sikap serta lebih bijak ke depannya. Kepada semua pihak yang terdampak, aku meminta maaf. Terima kasih sudah mengingatkan aku," tulisnya.
Kasus ini menyoroti garis tipis antara konten hiburan dan sensitivitas sosial di platform digital Indonesia. Bagi pelaku industri kreator, episode ini menjadi pengingat bahwa tema seperti pencarian kerja menyentuh realitas jutaan orang dan berisiko memicu reaksi keras bila dikemas tanpa konteks yang tepat.