Uji Jalan Jeep Recon EV 2026: Baterai 94 kWh Cuma Jalan 160 Mil

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:37:00 WIB
Jeep Recon Moab 2026 menempuh 160 mil dalam uji efisiensi highway dengan baterai 94 kWh.

KALIMANTAN UTARA — Uji efisiensi highway Car and Driver menempatkan Jeep Recon Moab 2026 sebagai salah satu EV paling boros yang pernah mereka uji, hanya menempuh 160 mil dari baterai 94 kWh. Angka itu setara 1,7 mil per kWh, jauh di bawah estimasi EPA 222 mil, dan menegaskan bahwa bentuk kotak serta ground clearance tinggi untuk off-road memang menuntut kompromi besar pada efisiensi.

Car and Driver menjalankan prosedur yang sederhana tapi konsisten untuk lebih dari 100 mobil listrik: isi baterai sampai 100 persen, masuk tol di dekat kantor redaksi, lalu jaga kecepatan tetap 75 mph sampai baterai habis. Dari situ, Jeep Recon Moab launch edition 2026 keluar sebagai salah satu kendaraan paling rakus elektron yang pernah mereka catat.

Hasilnya bukan sekadar angka di atas kertas. Ini menunjukkan bahwa pendekatan desain off-road yang mengorbankan aerodinamika punya konsekuensi nyata begitu mobil dibawa ke kecepatan tol.

Baterai 94 kWh, Range Nyata Cuma 160 Mil

Recon membawa paket baterai 94 kWh, kapasitas yang tergolong besar untuk ukuran SUV listrik. Namun dalam pengujian, mobil ini hanya menempuh 160 mil dari kondisi terisi penuh.

Angka tersebut jauh dari estimasi EPA untuk trim Moab launch edition yang disebut mencapai 222 mil. Artinya, ada selisih sekitar 62 mil antara klaim resmi dan hasil uji jalan.

Dari sisi efisiensi, Recon mencatat 1,7 mil per kWh. Car and Driver menyebutnya sebagai salah satu mobil paling boros energi yang pernah mereka uji.

Perbandingan dengan Hummer EV dan Mercedes G580

Untuk konteks, GMC Hummer EV Edition 1 2022 dengan baterai 205 kWh menempuh 290 mil dalam tes yang sama, atau sekitar 1,4 mil per kWh. Mercedes-Benz G580 with EQ Technology 2025 juga tak jauh berbeda, menempuh 160 mil dari paket 116 kWh, sekitar 1,4 mil per kWh.

Angka-angka itu kira-kira setengah dari efisiensi yang dicapai banyak EV yang dijual saat ini, termasuk sedan super bertenaga di atas 1.000 hp.

Bedanya, Jeep Recon jauh lebih kecil dari Hummer listrik maupun G580. Hummer 2022 yang diuji berbobot 9.640 pon dan memiliki profil depan jauh lebih besar, faktor yang makin terasa di kecepatan tol. G-Class listrik ukurannya lebih dekat ke Recon, tapi bobotnya masih 6.908 pon dibanding Recon yang 6.190 pon.

Bandingkan dengan Wagoneer S: Platform Sama, Hasil Beda

Perbandingan paling menarik justru datang dari sesama Jeep. Wagoneer S memakai arsitektur STLA-Large yang sama, baterai 94 kWh yang sama, dan motor listrik 335 hp depan-belakang dalam dimensi yang mirip.

Meski begitu, Wagoneer S menempuh 280 mil dalam uji highway Car and Driver, atau 3,0 mil per kWh. Itu hampir dua kali lebih efisien dari Recon.

Penyebabnya ada di beberapa faktor: ban Wagoneer S lebih berorientasi jalan raya, ground clearance lebih rendah (6,4 inci versus 9,1 inci), dan bentuk bodi jauh lebih ramping. Koefisien drag Wagoneer S tercatat 0,29 versus 0,40 milik Recon, dengan luas frontal 29,1 kaki persegi versus 32,7 kaki persegi.

Kompromi Off-Road yang Harus Disadari Calon Pembeli

Apakah angka mil per kWh Jeep Recon bisa diterima atau tidak, itu kembali ke selera konsumen. Yang jelas, efisiensi Recon berada di bawah standar industri demi meningkatkan kemampuan off-road.

Bagi pembeli di Indonesia, catatan ini relevan kalau Recon nantinya masuk pasar resmi. Penggunaan harian di dalam kota mungkin tidak seketat uji 75 mph konstan, tapi perjalanan luar kota dengan kecepatan tinggi akan menguras baterai lebih cepat dari perkiraan.

Desain kotak, ground clearance tinggi, dan ban off-road memang memberi kemampuan melintasi medan berat. Konsekuensinya, jarak tempuh per pengisian jadi taruhan yang harus dihitung matang sebelum memutuskan membeli.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: caranddriver.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top