KALIMANTAN UTARA — Setelah empat tahun menghilang, Chevrolet Bolt 2027 kembali dengan perbaikan besar di satu area yang paling dikeluhkan pemilik lama: kecepatan pengisian daya. Dalam uji fast-charging 10–90 persen, Bolt baru hanya butuh 38 menit, sementara Bolt EUV 2022 menghabiskan 83 menit untuk pengisian serupa. Dengan harga mulai di bawah USD 30.000, Bolt 2027 menyasar pembeli EV entry-level yang butuh mobil harian sekaligus siap diajak perjalanan jauh.
Pengujian dilakukan Car and Driver melalui prosedur fast-charging standar mereka, yaitu mengisi baterai dari 10 persen hingga 90 persen menggunakan charger DC cepat. Hasilnya dibandingkan langsung dengan data uji Bolt EUV 2022 yang pernah mereka jalankan sebelumnya, sehingga perbandingan dilakukan pada kondisi dan metode yang sama.
Bolt EUV 2022: 83 Menit untuk Isi 56,7 kWh
Bolt EUV 2022 menuntaskan uji 10–90 persen dalam 83 menit, hanya menambah 56,7 kWh ke baterai. Rata-rata daya pengisiannya cuma 41 kW dengan puncak 57 kW.
Berdasarkan uji jarak 190 mil pada kecepatan 75 mph, menambah 50 mil jarak highway butuh 23 menit. Untuk 100 mil, waktu yang dibutuhkan 44 menit, dan menambah 150 mil menghabiskan 82 menit. Angka-angka ini menegaskan Bolt lama bukan mobil yang nyaman diajak perjalanan jauh.
Bolt 2027: 38 Menit, Rata-Rata 94 kW
Bolt 2027 memangkas waktu pengisian hampir separuhnya. Uji 10–90 persen selesai dalam 38 menit dengan tambahan 59,2 kWh. Daya rata-rata mencapai 94 kW, lebih dari dua kali lipat model lama, sementara puncaknya 148 kW atau hampir tiga kali Bolt EUV 2022.
Jarak tempuh juga naik. Dalam uji 75 mph, Bolt baru mencatat 230 mil, lebih jauh dari 190 mil milik pendahulunya. Menambah 50 mil jarak highway kini hanya butuh delapan menit, sementara 100 mil butuh 17 menit. Untuk 150 mil, waktu yang diperlukan 29 menit.
Penyebab: Baterai LFP dan Port NACS
Lompatan kecepatan pengisian ini berasal dari pergantian kimia baterai. Bolt lama memakai campuran nickel-manganese-cobalt (NMC), sedangkan Bolt 2027 beralih ke lithium-iron-phosphate (LFP). Chevrolet mengklaim paket baterai baru tidak hanya 54 persen lebih cepat dalam pengisian, tetapi juga lebih murah diproduksi.
Selain itu, port pengisian diganti dari CCS ke NACS, konektor milik Tesla yang bisa diakses di jaringan Supercharger. Perubahan ini memperluas akses pengisian cepat di Amerika Serikat, terutama di rute antarkota.
Kelebihan
- Waktu pengisian 10–90 persen turun dari 83 menit jadi 38 menit
- Daya puncak naik dari 57 kW ke 148 kW
- Jarak tempuh uji 75 mph naik dari 190 mil ke 230 mil
- Port NACS membuka akses ke jaringan Supercharger Tesla
- Harga mulai di bawah USD 30.000, kompetitif di segmen EV entry-level
Kekurangan dan Catatan
- Model ini disebut akan jadi edisi terbatas, kemungkinan hanya satu tahun model
- Perubahan styling dan fitur lain tergolong minor, fokus pengembangan hanya di pengisian
- Belum ada informasi resmi soal ketersediaan di pasar Indonesia
- Baterai LFP punya karakteristik berbeda dari NMC, termasuk performa di suhu sangat dingin
Verdict
Bolt 2027 menunjukkan bahwa pengembangan beberapa tahun benar-benar berdampak besar pada kecepatan pengisian EV. Bagi pembeli EV entry-level di Amerika Serikat, Bolt baru kini layak dipertimbangkan untuk perjalanan jauh, bukan sekadar mobil harian dalam kota.
Namun statusnya sebagai model edisi terbatas membuat ketersediaannya terbatas. Pembeli yang menginginkan Bolt 2027 sebaiknya bergerak cepat begitu unit tersedia di dealer.