TARAKAN — Layanan kesehatan warga binaan menjadi sorotan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Kalimantan Utara dalam peninjauan mendadak di Lapas Kelas IIA Tarakan. Petugas menemukan seorang warga binaan perempuan yang sedang menjalani kemoterapi akibat kanker payudara. Temuan itu langsung disampaikan kepada jajaran lapas agar mendapat penanganan khusus.
Kepala ORI Perwakilan Kaltara Maria Ulfah menyatakan pasien kemoterapi memerlukan pengawasan berbeda dibandingkan warga binaan lainnya. Pihaknya meminta lapas berkoordinasi dengan fasilitas kesehatan agar pengobatan tidak terhambat selama masa pidana.
Menurut Maria, kebutuhan layanan kesehatan warga binaan tidak dapat disamaratakan. Warga binaan dengan penyakit kronis maupun yang membutuhkan pengobatan khusus memiliki kebutuhan medis tersendiri.
"Karena pasien kemoterapi ini membutuhkan perhatian khusus, jadi kami sudah sampaikan kepada kepala lapas dan jajarannya," kata Maria, Kamis (2/10).
Maria menekankan koordinasi dengan rumah sakit menjadi bagian penting dalam memastikan pengobatan tetap sesuai arahan medis.
"Kami minta untuk dikoordinasikan juga kepada rumah sakit, supaya penanganannya tetap sesuai dengan arahan medis," ujarnya.
Ia menegaskan perlakuan terhadap warga binaan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.
"Perlakuannya tentu harus disesuaikan dengan kondisi pasien dan arahan dari tenaga medis yang menangani," jelasnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Jupri mengungkapkan warga binaan tersebut telah memiliki riwayat kanker sebelum menjalani masa pidana. Kondisinya sempat mengalami penurunan setelah masuk lapas.
"Memang ketika masuk ke lapas, penyakit kankernya sudah ada. Setelah itu kondisinya sempat langsung menurun," kata Jupri.
Jupri memastikan pihak lapas tetap memperhatikan kondisi kesehatan warga binaan tersebut. Koordinasi dengan fasilitas kesehatan dilakukan menyesuaikan kebutuhan pengobatan yang dijalani.
"Untuk pengobatannya tetap kami perhatikan dan kami koordinasikan dengan pihak kesehatan sesuai kebutuhannya," terangnya.
ORI Perwakilan Kaltara menempatkan layanan kesehatan warga binaan sebagai salah satu perhatian dalam pengawasan lapas. Inspeksi mendadak di Lapas Kelas IIA Tarakan menjadi bagian dari penilaian terhadap pemenuhan hak kesehatan narapidana.
Hasil temuan lapangan disampaikan langsung kepada kepala lapas beserta jajarannya. ORI meminta perhatian khusus diberikan agar proses perawatan pasien kanker tetap berjalan sesuai kebutuhan medis.