BGN Buka Jalur Ganti Yayasan bagi Mitra SPPG yang Dipungut Setoran Ompreng

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 12:52:01 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono membuka jalur pergantian yayasan bagi mitra SPPG yang terbebani setoran per ompreng.

KALIMANTAN UTARA — Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono membuka jalur pergantian yayasan bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang dirugikan kewajiban setoran per ompreng. Mitra cukup melampirkan bukti setoran yang memberatkan, dan BGN menyiapkan dua portal untuk memproses pengajuan tersebut.

Kebijakan ini disampaikan Sudaryono melalui akun Instagram resminya @sudaru_sudaryono. Ia menyebut banyak mitra SPPG terjebak kewajiban menyetor sejumlah uang per ompreng kepada yayasan yang tidak memberi kontribusi apa pun terhadap operasional dapur Makan Bergizi Gratis.

Menurut Sudaryono, persoalan bermula dari cara kerja yayasan bentukan oknum di kantor BGN pada masa kepemimpinan sebelumnya. Yayasan-yayasan itu disebut tidak memiliki modal, lalu berperan sebagai calo titik dapur MBG.

Modus Calo Titik Dapur dan Setoran per Ompreng

Sudaryono menjelaskan yayasan mendapat titik SPPG, lalu meminta mitra membangun dapur dengan syarat setoran rutin per ompreng begitu dapur beroperasi. Yayasan dinilai tidak menanggung beban pembangunan maupun operasional.

"Dia (yayasan) nyalo titiknya, kemudian meminta mitra membangun dapur, kemudian dengan kewajiban mitra kalau sudah jalan (SPPG) untuk setor sejumlah uang per ompreng kepada yayasan, di mana yayasan-yayasan itu sebetulnya tidak memiliki kontribusi apapun terhadap jalannya dapur," beber Mas Dar.

Praktik itu memicu konflik antara mitra pembangun dapur dan yayasan yang tidak satu badan. Selain tidak aktif, sebagian yayasan disebut tidak melakukan pembinaan terhadap mitra yang dinaunginya.

Syarat dan Mekanisme Pengajuan Pergantian

Mitra yang merasa keberatan dapat mengajukan pergantian yayasan dengan melampirkan bukti setoran yang merugikan. BGN membuka dua portal untuk menampung pengajuan yayasan baru beserta dokumen kerugian yang dialami mitra.

Sudaryono berharap yayasan pengganti dimiliki atau diketuai langsung oleh mitra bersangkutan. Dengan begitu, anggaran program bisa terserap penuh untuk menu makanan tanpa terpotong setoran yang tidak perlu.

"Untuk mekanismenya kami sudah membuka dua portal. Mitra bisa mengisi yayasan barunya untuk kami proses beserta dengan bukti-bukti kerugian yang Anda (mitra) terima selama ini, karena harus menyetorkan sejumlah uang yang kemudian kualitas dari menu MBG yang diberikan mengalami penurunan," tegas Bos BGN.

Dampak ke Kualitas Menu dan Anggaran Program

Setoran per ompreng dinilai menggerus kualitas makanan yang disalurkan ke penerima manfaat. Uang yang seharusnya menjadi belanja bahan baku berkurang, sehingga kandungan gizi menu MBG ikut terdampak.

Atas dasar efisiensi dan keadilan, Sudaryono mengimbau mitra yang merasa dirugikan untuk mengganti yayasan yang hanya menuntut setoran. Ia menegaskan anggaran program wajib dipakai memastikan layanan, kualitas makanan, dan pemenuhan gizi berjalan baik.

Pengelolaan MBG juga diminta dilakukan secara transparan dan akuntabel. Imbauan ini menyasar langsung ribuan mitra SPPG yang membangun dapur dengan modal sendiri dan kini menghadapi kewajiban setoran yang membebani arus kas operasional harian mereka.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top