TARAKAN — Executive Director 4 Pelindo Regional 4, Akhirman, menyebut dua penghargaan itu sebagai bukti bahwa pembenahan standar pelayanan di terminal penumpang wilayah kerjanya berjalan dan memberi hasil. Penilaian P-TEC 2026 tidak hanya melihat kelengkapan fasilitas, tetapi juga keamanan, kenyamanan, ketertiban, kebersihan, dan pengalaman pengguna jasa.
Menurut Akhirman, keberhasilan Tarakan dan Bitung tidak lepas dari konsistensi seluruh Port Captain dalam menjalankan transformasi layanan perusahaan.
Passenger Terminal Excellence Competition (P-TEC) menjadi bagian dari upaya Pelindo mendorong peningkatan kualitas pengelolaan dan pelayanan terminal penumpang di lingkungan perusahaan. Kompetisi ini menilai terminal penumpang dari berbagai aspek yang bersentuhan langsung dengan pengguna jasa.
Kategori A dan Kategori B dalam P-TEC 2026 memisahkan penilaian berdasarkan klasifikasi terminal. Terminal Penumpang Tarakan keluar sebagai Juara I Kategori B, sementara Terminal Penumpang Bitung meraih Juara III Kategori A.
“Penghargaan ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami. Namun yang lebih penting, capaian ini menunjukkan bahwa upaya pembenahan dan peningkatan standar pelayanan di terminal penumpang terus berjalan dan memberikan hasil yang positif,” kata Akhirman.
Dia menambahkan, pengelolaan terminal penumpang tidak semata berorientasi pada penyediaan fasilitas. Pelayanan yang aman, nyaman, tertib, bersih, dan pengalaman yang semakin baik bagi masyarakat pengguna jasa menjadi bagian dari standar yang terus dikejar perusahaan.
“Prestasi Tarakan dan Bitung harus menjadi motivasi bagi seluruh cabang di Regional 4. Kami ingin standar pelayanan yang baik tidak hanya hadir pada terminal yang mendapatkan penghargaan, tetapi menjadi budaya pelayanan di seluruh terminal penumpang yang kami kelola,” ujarnya.
General Manager Pelindo Regional 4 Tarakan, Amrullah, menilai kemenangan Terminal Penumpang Tarakan lahir dari konsistensi menjaga kualitas fasilitas dan pelayanan. Aspek yang diperhatikan mulai dari kebersihan dan kenyamanan ruang pelayanan, kesiapan fasilitas, hingga kedisiplinan petugas.
“Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Bagi kami, yang utama adalah bagaimana setiap penumpang yang datang dan berangkat melalui Terminal Penumpang Tarakan dapat memperoleh pelayanan yang aman, nyaman, tertib, dan semakin baik,” kata Amrullah.
Dia menyebut capaian tersebut sebagai hasil kolaborasi manajemen, Port Captain, dan seluruh pemangku kepentingan yang mendukung pelayanan penumpang di Pelabuhan Tarakan.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bersama-sama menjaga kualitas pelayanan. Juara I ini bukan menjadi titik akhir, tetapi menjadi tanggung jawab bagi kami untuk mempertahankan bahkan meningkatkan standar yang sudah dicapai,” ujarnya.
General Manager Pelindo Regional 4 Bitung, James David Hukom, memaknai Juara III Kategori A sebagai dorongan untuk terus mengevaluasi dan menyempurnakan pelayanan Terminal Penumpang Bitung. Menurut dia, peningkatan kualitas perlu dilakukan konsisten seiring kebutuhan dan ekspektasi masyarakat yang berkembang.
“Capaian ini kami maknai sebagai bentuk apresiasi sekaligus bahan evaluasi untuk terus berbenah. Kami ingin memastikan Terminal Penumpang Bitung terus menghadirkan pelayanan yang semakin nyaman, aman, bersih, dan memberikan kemudahan bagi seluruh pengguna jasa,” tutur James.
James menyatakan penghargaan P-TEC 2026 juga menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Pelindo Regional 4 Bitung untuk memperkuat kolaborasi dengan pemangku kepentingan dalam menciptakan lingkungan terminal yang tertib dan berorientasi pada kebutuhan penumpang.
Bagi Pelindo Regional 4, capaian Terminal Penumpang Tarakan dan Terminal Penumpang Bitung diharapkan memberi efek positif bagi terminal penumpang lain untuk berinovasi dan meningkatkan pelayanan. Akhirman menegaskan perusahaan akan terus mendorong penguatan standar pelayanan di seluruh terminal penumpang Regional 4.
Langkah tersebut sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong konsistensi layanan dan keandalan operasional, guna menjaga kelancaran arus logistik serta aktivitas perdagangan.