KALIMANTAN UTARA — Penjualan mobil listrik di Amerika Serikat mencapai 266.630 unit sepanjang kuartal III 2026, naik 7,7 persen dari kuartal sebelumnya dan menjadi yang tertinggi dalam setahun terakhir. Angka ini menandai pemulihan pasar setelah guncangan akibat berakhirnya kredit pajak federal 7.500 dolar AS pada September tahun lalu. Tesla Model Y dan Model 3 masih memimpin daftar 10 EV terlaris sepanjang tahun berjalan.
Data Kelley Blue Book menunjukkan volume penjualan EV di kuartal III 2026 merupakan yang tertinggi sejak puncak penjualan pada kuartal III 2025. Meski secara tahunan turun 38,6 persen, penurunan itu disebabkan lonjakan pembelian sebelum kredit pajak federal berakhir pada akhir kuartal III 2025.
Stephanie Valdez Streaty, director of insights di Cox Automotive, menyebut fase reset pasca-berakhirnya insentif kini sebagian besar sudah terlewati. Pasar disebut sedang menemukan pijakan kembali setelah koreksi yang diperkirakan terjadi.
Pangsa EV terhadap total penjualan mobil baru di kuartal III tercatat 6,5 persen, naik dari 5,8 persen di kuartal II. Angka itu masih jauh dari capaian di atas 10 persen pada kuartal III 2025.
Di tengah penurunan volume mayoritas pabrikan, sejumlah merek justru mencatat kenaikan. Toyota dan Lexus memimpin dengan lonjakan penjualan EV masing-masing 328 persen dan 442 persen dibanding tahun sebelumnya.
Rivian menutup kuartal III dengan kenaikan 46 persen, sementara Subaru tumbuh 31 persen berkat trio SUV listrik barunya.
Hyundai IONIQ 5, Toyota bZ, dan Chevrolet Equinox EV termasuk EV paling terjangkau di daftar itu, dengan harga awal sekitar 35.000 dolar AS. Seorang pembaca menyoroti angka Equinox EV yang dinilai terlalu kecil, padahal harganya bisa di bawah 30.000 dolar AS dengan jarak tempuh 319 mil.
Sejumlah model baru kini mulai dijual, termasuk Kia EV3 dan Rivian R2. Keduanya berpotensi mengubah komposisi daftar terlaris hingga penutupan tahun.
Valdez Streaty menyebut tahap pertumbuhan berikutnya akan ditentukan oleh produk berkualitas, harga kompetitif, dan alasan kuat bagi konsumen untuk beralih. "Dengan harga bensin jauh di atas 4 dolar AS per galon, kendaraan listrik terlihat lebih menarik dari sebelumnya," ujarnya.