CEO ALVA Sebut Komponen Elektrikal Jadi Tantangan Terbesar Motor Listrik Indonesia

Penulis: Boyke Sihombing  •  Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:49:31 WIB
CEO ALVA Purbaya Pantja menyebut komponen elektrikal seperti baterai dan kontroler masih menjadi tantangan utama industri motor listrik Indonesia.

KALIMANTAN UTARA — ALVA menilai rantai pasok komponen elektrikal, terutama baterai dan kontroler, masih jadi hambatan utama industri motor listrik di Indonesia. CEO ALVA Purbaya Pantja menyebut basis industri mekanis roda dua nasional sudah kuat, tetapi kesiapan produksi komponen kelistrikan belum sepadan. Persoalan tersebut disampaikan dalam diskusi detikcom Leaders Forum di Jakarta pada 20 Oktober 2026.

Purbaya Pantja memetakan kesiapan industri motor listrik Indonesia ke dalam dua kelompok besar, yakni komponen mekanis dan elektrikal. Menurut dia, kelompok pertama sudah punya fondasi karena Indonesia lama menjadi basis produksi sepeda motor konvensional. Kondisi sebaliknya terjadi pada kelompok kedua.

Basis Industri Mekanis Sudah Besar, Elektrikal Masih Tertinggal

Dari sisi mekanis, Purbaya menilai Indonesia tidak perlu membangun kemampuan dari nol. Pabrikan sepeda motor bermesin pembakaran dalam sudah membentuk jaringan pemasok bodi, rangka, dan komponen pendukung selama puluhan tahun.

Yang jadi pekerjaan rumah justru komponen elektrikal. Kontroler dan baterai menjadi dua item yang paling sering disebut Purbaya sebagai titik lemah.

"Industri mekanis motor di Indonesia sebenarnya sudah cukup besar. Tantangannya ada di komponen elektrikal, seperti kontroler dan baterai, termasuk bagaimana kesiapan produksinya," ujar Purbaya dalam diskusi bertajuk Memperkuat Industri Kendaraan Listrik, Mendorong Ketahanan Energi.

Rantai Pasok Baterai Bukan Cuma Soal Sel

Purbaya menjelaskan, ekosistem kendaraan listrik tidak berhenti pada kemampuan merakit bodi dan komponen mekanis. Industri perlu membangun rantai pasok tersendiri untuk motor listrik, baterai, dan perangkat elektrikal lain.

Pada sektor baterai, rantai industri mencakup beberapa tahap berurutan. Mulai dari bahan prekursor, produksi sel baterai, hingga manufaktur paket baterai yang siap dipasang di kendaraan.

Setiap tahap harus siap agar kebutuhan industri kendaraan listrik bisa dipenuhi secara berkelanjutan. Jika satu tahap tertinggal, pasokan ke pabrikan perakit ikut terganggu.

"Komponen elektrikal perlu mendapat perhatian, mulai motor listrik, baterai, hingga rantai produksinya dari prekursor sampai sel baterai. Kami berharap, seiring berjalannya waktu, kesiapan para pemasok atau vendor bisa semakin matang," tambahnya.

ALVA Berdiri 2022, Industrinya Juga Baru

Purbaya menegaskan, pengembangan industri motor listrik butuh proses panjang. ALVA sendiri baru berdiri pada 2022, sementara industri motor listrik Indonesia tergolong baru dibanding pasar serupa di negara lain.

"Kami sudah mengantisipasi bahwa ini merupakan proses maraton. Karena kami pun (ALVA) juga baru. Industrinya juga baru. Mungkin, di negara-negara lain bukan sesuatu yang baru, tapi di Indonesia ini sesuatu yang baru," kata Purbaya.

Pernyataan itu memberi konteks mengapa persoalan rantai pasok komponen elektrikal belum bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Pabrikan motor listrik lokal tidak hanya merakit produk, tetapi juga ikut menunggu kesiapan vendor komponen di dalam negeri.

Pekerjaan Rumah untuk Pemasok Komponen

Penguatan industri komponen elektrikal disebut Purbaya sebagai salah satu pekerjaan penting. Tanpa itu, ekosistem kendaraan listrik nasional sulit berkembang sesuai target.

Harapan pabrikan tertuju pada kesiapan pemasok lokal, terutama untuk kontroler dan baterai. Dua komponen itu menentukan seberapa besar kandungan lokal yang bisa dicapai sebuah motor listrik.

Bagi konsumen, kesiapan rantai pasok berdampak langsung pada harga jual dan ketersediaan suku cadang. Selama komponen masih banyak didatangkan dari luar negeri, biaya produksi motor listrik lokal akan tetap tertekan.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: oto.detik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top