Pencarian

HUT ke-14 Kaltara, M. Nasir Soroti Pemerataan hingga Hilirisasi di Kawasan Perbatasan

Sabtu, 24 Oktober 2026 • 10:17:01 WIB
HUT ke-14 Kaltara, M. Nasir Soroti Pemerataan hingga Hilirisasi di Kawasan Perbatasan
Anggota DPRD Kaltara M. Nasir menyampaikan perlunya pemerataan pembangunan hingga kawasan perbatasan menjelang HUT ke-14 Kaltara.

TANJUNG SELOR — Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara Fraksi PKS Komisi II, M. Nasir, menyampaikan hal itu menjelang peringatan HUT ke-14 Kaltara. Menurut dia, capaian pembangunan yang ada belum otomatis menjangkau seluruh wilayah. Pemerataan ke desa, pedalaman, wilayah terpencil, dan kawasan perbatasan disebutnya sebagai pekerjaan rumah berikutnya.

Data BPS mencatat ekonomi Kaltara pada triwulan II 2026 tumbuh 4,96 persen secara tahunan. Secara kumulatif, ekonomi provinsi itu pada semester I 2026 tumbuh 5,09 persen dibandingkan periode sama 2025. Nilai PDRB atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2026 mencapai Rp42,47 triliun.

Industri Pengolahan dan Aluminium Jadi Penopang Baru

Bank Indonesia mencatat pertumbuhan tersebut ditopang industri pengolahan, perdagangan, serta pertanian, kehutanan, dan perikanan. Produksi kayu dan industri kertas memberi tambahan kekuatan, sementara aluminium muncul sebagai komoditas baru Kaltara. BI memprakirakan ekonomi Kaltara sepanjang 2026 tumbuh pada kisaran 6,2–6,7 persen.

Nasir menilai perkembangan itu menunjukkan struktur ekonomi Kaltara bergerak menuju kegiatan dengan nilai tambah lebih tinggi. "Kita tentu mengapresiasi tumbuhnya industri pengolahan dan masuknya investasi besar ke Kaltara," katanya.

Ia berharap sumber daya daerah semakin banyak diolah di dalam provinsi. Menurut dia, hilirisasi menciptakan lapangan kerja dan memberi nilai tambah lebih besar bagi masyarakat.

Ekspor Semester I 2026 Capai US$831,34 Juta

Kinerja perdagangan luar negeri ikut menguat. BPS mencatat nilai ekspor melalui Kaltara sepanjang Januari–Juni 2026 mencapai US$831,34 juta, naik 22,62 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Pada periode itu Kaltara mencatat surplus perdagangan US$637,22 juta.

Angka surplus tersebut telah melampaui surplus sepanjang 2025 yang sebesar US$490,85 juta. Nasir ingin komoditas yang keluar dari Kaltara semakin banyak berbentuk produk olahan. "Semakin besar nilai tambah yang kita pertahankan di daerah, semakin besar pula manfaat yang dapat dinikmati tenaga kerja, UMKM dan dunia usaha lokal," ujarnya.

Kemiskinan Turun, Pengangguran 3,90 Persen

Indikator kesejahteraan menunjukkan perbaikan. Persentase penduduk miskin Kaltara pada Maret 2026 turun menjadi 5,18 persen, atau sekitar 40,54 ribu jiwa. Angka itu turun 0,29 poin persentase dibandingkan September 2025, dengan jumlah penduduk miskin berkurang sekitar 1.910 orang.

Tingkat Pengangguran Terbuka pada Mei 2026 tercatat 3,90 persen. Sebanyak 375,49 ribu penduduk bekerja, dengan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menyerap tenaga kerja terbesar sebesar 35,66 persen.

Pada Mei 2026, Pemprov Kaltara menerima Penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 kategori Penurunan Tingkat Pengangguran Regional Kalimantan dari Menteri Dalam Negeri. Nasir menyebut penghargaan itu perlu dilanjutkan dengan peningkatan kualitas pekerjaan dan pendapatan. "Masuknya industri baru harus kita sambut dengan menyiapkan tenaga kerja lokal melalui pendidikan vokasi, pelatihan dan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri," katanya.

WTP ke-12 Berturut-turut dari BPK

Pemprov Kaltara kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun Anggaran 2025. Capaian itu menjadi WTP ke-12 secara berturut-turut. Nasir menilai prestasi tersebut harus dipertahankan sekaligus menjadi motivasi meningkatkan kualitas pengelolaan anggaran.

Bagi Nasir, usia 14 tahun menempatkan Kaltara sebagai provinsi muda dengan bekal capaian yang cukup. "Empat belas tahun adalah usia yang masih muda bagi sebuah provinsi. Tetapi kita patut bersyukur karena perkembangan Kaltara cukup pesat," ujarnya.

Ia menegaskan semua kemajuan itu hasil kerja bersama pemerintah, DPRD, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, dan masyarakat. Pemerataan pembangunan hingga kawasan perbatasan disebutnya sebagai ukuran keberhasilan berikutnya.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fokusborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks