TANJUNG SELOR — Warga KKSS disebut telah menjadi bagian dari masyarakat Kaltara dan ikut berkontribusi dalam pembangunan daerah. Penilaian itu disampaikan Usman di hadapan peserta Tudang Sipulung, forum musyawarah tahunan keluarga besar Sulawesi Selatan di provinsi tersebut.
Hadir dalam kegiatan itu anggota DPD RI Herman, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, anggota DPRD Provinsi Kaltara, tokoh masyarakat, serta pengurus KKSS tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Kaltara.
Menurut Usman, Tudang Sipulung mengandung nilai musyawarah, persatuan, dan kebersamaan dalam mencari solusi demi kepentingan bersama. Forum adat Bugis itu dipandang sebagai ruang warga untuk merumuskan jalan keluar atas persoalan yang dihadapi bersama.
"Tudang Sipulung bukanlah sekadar tradisi berkumpul biasa. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur tentang musyawarah, persatuan, dan kebersamaan dalam mencari solusi demi kepentingan bersama," ujar Usman.
Usman menjelaskan bahwa pembangunan Kaltara memerlukan peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pendidikan, dan inovasi. Pemerataan ekonomi juga disebutnya perlu ditempuh lewat penciptaan lapangan kerja dan pengembangan UMKM agar manfaat pembangunan sampai ke masyarakat.
Ia mengajak keluarga besar KKSS dan seluruh elemen masyarakat bersama-sama menjaga keamanan, kedamaian, dan keharmonisan di Kaltara.
Nilai budaya Bugis Sipakatau, Sipakalebbi, dan Sipakainge dinilai penting dalam memperkuat kehidupan bermasyarakat. Ketiganya bermakna saling memanusiakan, menghargai, dan mengingatkan.
Melalui Tudang Sipulung, Pemprov Kaltara berharap silaturahmi dan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat terus terjaga. Harapannya, pembangunan daerah berjalan seiring terciptanya lingkungan yang aman, kondusif, dan nyaman bagi seluruh warga.