KALIMANTAN UTARA — Timnas U15 Indonesia harus puas finis sebagai runner-up Tier C Piala Dunia & Festival U15 FIFA 2026 setelah takluk 0-1 dari Benin di Hovsan Competition Complex Pitch 91, Baku, Azerbaijan. Gol semata wayang Benin lahir di menit ke-18, memanfaatkan celah di sisi kiri pertahanan Garuda Muda.
Kekalahan ini menutup perjalanan Indonesia di turnamen kelompok umur yang digelar di Azerbaijan. Sebelum laga final, skuad asuhan pelatih ini sudah melewati sejumlah pertandingan di Tier C, dan hasil melawan Benin menjadi penentu posisi akhir.
Indonesia sebenarnya menguasai jalannya pertandingan pada babak pertama. Penguasaan bola lebih banyak di kaki para pemain Garuda Muda, tetapi tekanan yang dibangun belum berbuah peluang matang.
Lyonel Musaling mendapat kesempatan pertama pada menit ketujuh lewat tendangan bebas. Bola hasil sepakan pemain bernomor punggung tujuh itu masih membentur pagar hidup pemain Benin, sehingga belum mengancam gawang lawan.
Beberapa upaya Indonesia untuk membongkar pertahanan Benin juga belum menemui sasaran. Dominasi bola tidak berbanding lurus dengan terciptanya peluang bersih di depan gawang.
Benin justru sempat mengancam pada menit ke-11 dan ke-13. Dua tembakan pemain Benin berhasil dipatahkan kiper Indonesia, Renaldy Rizky, yang berdiri di bawah mistar sejak menit awal.
Renaldy turun sebagai starter bersama I Kadek Dwi yang mengenakan ban kapten, Muhammad Nazar, Jamaeel Ryuzain, Jasshen Janneiro, Muhammad Hariri, Reganatha Harfi, dan Lyonel Musaling.
Petaka datang menjelang akhir babak pertama. Serangan Benin dari sisi kiri pertahanan Indonesia berujung gol pada menit ke-18, mengubah skor menjadi 1-0 untuk keunggulan Benin hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, jalannya laga lebih seimbang. Kedua tim saling jual beli serangan, dan Indonesia berusaha mengejar ketertinggalan.
Tendangan bebas Muhammad Nazar pada menit ke-24 berhasil melewati pagar hidup, tetapi bola masih terlalu lemah sehingga mudah diamankan kiper Benin. Tiga menit kemudian, sundulan pemain pengganti Rendra Maulana juga belum menyulitkan kiper lawan.
Di tengah upaya menyamakan kedudukan, gawang Indonesia nyaris kebobolan lagi pada menit ke-30. Pemain Benin merangsek masuk ke kotak penalti, tetapi blok pemain Indonesia masih menyelamatkan gawang dari gol kedua.
Peluang terbaik Indonesia hadir pada menit ke-33 lewat skema serangan balik yang diakhiri tembakan kaki kiri Rendra. Sepakan pemain bernomor punggung 13 itu kembali tidak maksimal, dan kiper Benin dengan mudah mengamankan bola.
Hingga peluit panjang, upaya Indonesia tak kunjung membuahkan gol penyeimbang. Skor 0-1 untuk kemenangan Benin bertahan sampai akhir, dan Garuda Muda harus menerima hasil ini sebagai pelajaran berharga dari turnamen level dunia kelompok umur.