KALIMANTAN UTARA — Alan Shearer menjadi bintang tamu terbaru dalam podcast The Football Interview bersama Kelly Somers. Legenda Newcastle United itu membahas perjalanan kariernya, mulai dari hengkang ke Southampton hingga memecahkan rekor gol Premier League. Ia juga menyinggung tekanan jika suatu hari menangani Newcastle.
Dalam episode terbaru The Football Interview, Kelly Somers duduk bersama Alan Shearer untuk mengupas sisi lain dari sosok yang dikenal sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Premier League. Percakapan berlangsung santai, tetapi menyentuh banyak titik penting dalam karier pria yang kini bekerja sebagai pundit itu.
Salah satu bagian paling awal pembicaraan menyoroti keputusan Shearer meninggalkan Newcastle United saat masih remaja untuk bergabung dengan Southampton. Langkah itu bukan tanpa risiko, mengingat ia meninggalkan klub kampung halamannya demi mengejar menit bermain di level yang lebih tinggi.
Keputusan tersebut membuka jalan bagi karier profesionalnya. Dari Southampton, ia kemudian pindah ke Blackburn Rovers dan meraih gelar Premier League, sebelum akhirnya kembali ke Newcastle dengan status pemain bintang.
Shearer tercatat sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Premier League dengan 260 gol. Rekor itu dibangun lewat konsistensi selama lebih dari satu dekade, termasuk masa-masa produktifnya bersama Blackburn dan Newcastle.
Dalam perbincangan, ia juga menyinggung soal ketepatan waktu atau propensity for timeliness sebagai salah satu kunci kariernya. Pembahasan soal rekor gol ini menjadi salah satu segmen yang paling ditunggu pendengar episode tersebut.
Topik lain yang dibahas adalah besarnya tekanan bila Shearer memutuskan menjadi manajer Newcastle United. Sebagai ikon klub, ekspektasi yang menyertainya tentu berbeda dibanding pelatih lain.
Shearer tidak memberikan sinyal pasti soal kemungkinan itu. Namun ia mengakui bahwa posisi manajer di klub yang sangat ia cintai membawa beban tersendiri, terutama karena hubungan emosionalnya dengan kota dan suporter Newcastle.
Percakapan juga menyentuh perasaan Shearer saat Newcastle memenangkan League Cup pada 2025. Trofi tersebut menjadi yang pertama dalam masa hidupnya, sebuah momen yang jelas bermakna bagi seorang penggemar sekaligus mantan pemain klub tersebut.
Sebagai penggemar setelah pensiun, Shearer mengaku menikmati sepak bola dengan cara yang berbeda. Ia menyebut beberapa pertandingan terbaik yang pernah ia saksikan dan bagaimana rasanya mendukung Newcastle dari kursi penonton, bukan dari lapangan.
Setelah gantung sepatu, Shearer beralih ke dunia pundit dan menjadi salah satu wajah tetap Match of the Day. Ia membahas bagaimana pekerjaan itu memberinya sudut pandang baru terhadap pertandingan dan taktik.
Di luar sepak bola, Shearer juga dikenal aktif dalam kegiatan amal. Dalam episode ini ia berbagi soal passion terhadap kerja sosial yang ia jalani, melengkapi gambaran tentang kehidupannya setelah tidak lagi bermain di level tertinggi.
Episode The Football Interview bersama Alan Shearer tersedia untuk didengarkan selama lebih dari satu tahun ke depan. Pendengar bisa mengikuti seluruh percakapan melalui kanal resmi program tersebut.