KALIMANTAN UTARA — Seorang petinju berusia 12 tahun tampil di atas ring Kencana Fight – Hang Tuah Combat 2026 Volume 1 Piala Sabuk Wali Kota Pekanbaru, menjadi daya tarik tersendiri dalam kejuaraan tinju amatir yang digelar Pertina Riau. Kehadiran petarung usia dini itu memberi gambaran tumbuhnya minat generasi muda Riau terhadap olahraga tinju.
Kejuaraan berlangsung di Takraw Sport Center, kawasan Purna MTQ Pekanbaru, selama dua hari pada 31 Oktober–1 November 2026. Peserta datang dari berbagai sasana dan daerah di Riau, memperlihatkan antusiasme yang cukup tinggi terhadap cabang tinju amatir.
Keterlibatan petinju cilik dalam gelaran ini bukan sekadar pelengkap acara. Pertina Riau menilai kategori anak-anak menjadi bagian penting dari proses pembinaan atlet sejak dini, dengan peminat yang menurut mereka cukup besar.
Ketua Pertina Riau, Doan Samuel Nababan, menyebut kejuaraan ini sebagai momentum membangkitkan gairah tinju di provinsi tersebut. Menurutnya, kompetisi terarah memberi ruang bagi atlet muda untuk mengukur hasil latihan dan menambah jam terbang.
"Kejuaraan ini bukan sekadar pertandingan. Kita ingin membangkitkan kembali gairah olahraga tinju di Riau, melahirkan petarung-petarung potensial, sekaligus memberikan kesempatan kepada atlet untuk meningkatkan kemampuan dan pengalaman bertanding," ujar Doan.
Doan menjelaskan, melalui kompetisi yang terarah anak-anak dapat menyalurkan hobi, membangun kedisiplinan, serta mengembangkan kemampuan untuk mengejar prestasi. Ia menilai pembinaan sejak usia dini juga menjadi langkah mengarahkan aktivitas generasi muda ke kegiatan produktif.
"Untuk tingkat anak-anak, peminatnya cukup luar biasa. Ini menjadi bentuk dukungan dan motivasi agar mereka terus semangat berlatih, sehingga ke depan bisa menjadi atlet berprestasi dan mengharumkan nama daerah," ungkapnya.
Dengan pendampingan pelatih dan dukungan orang tua, anak-anak diharapkan memiliki kesibukan positif, disiplin, dan tidak mudah terpengaruh aktivitas negatif, termasuk penyalahgunaan narkoba maupun penggunaan gadget berlebihan.
"Kami sangat mengapresiasi para orang tua yang memberikan dukungan kepada anak-anaknya untuk menekuni olahraga tinju. Harapan kita, mereka tidak hanya menjadi petarung di atas ring, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang disiplin, berkarakter, dan mampu meraih prestasi," tambah Doan.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, membuka langsung kejuaraan ini dan menyatakan dukungan terhadap pengembangan olahraga bela diri sebagai wadah penyaluran minat dan bakat generasi muda. Ia menilai Kencana Fight dapat menjadi sarana menjaring bibit atlet potensial sekaligus mengarahkan energi anak muda ke kegiatan berorientasi prestasi.
"Yang bertarung di luar kita arahkan ke dalam ring. Kita ingin mengarahkan anak-anak muda kita ke jalur-jalur prestasi," tegas Agung.
Karena penyelenggaraan ini merupakan yang perdana, Agung berharap Kencana Fight – Hang Tuah Combat dapat berlanjut dan menjadi agenda olahraga yang melahirkan atlet tinju potensial dari Pekanbaru.
"Ini event yang pertama, tentu kita harapkan akan terus berlanjut," tutupnya.