Pencarian

39 Hotspot Terpantau di Kaltara Sepanjang 6 September, Bulungan Catatkan Titik Panas Terbanyak

Selasa, 08 September 2026 • 10:16:01 WIB
39 Hotspot Terpantau di Kaltara Sepanjang 6 September, Bulungan Catatkan Titik Panas Terbanyak
titik panas terpantau di Kalimantan Utara sepanjang pengamatan BMKG pada 6 September 2026.

TARAKAN — Sebanyak 39 titik panas terpantau menyebar di wilayah Kalimantan Utara sepanjang pengamatan BMKG pada Minggu (6/9/2026). Hasil pemantauan menunjukkan tidak ada titik panas berkategori tinggi yang terdeteksi, dengan mayoritas titik berada pada tingkat kepercayaan sedang.

Berdasarkan peta Sebaran Titik Panas Kaltara yang diterbitkan BMKG, periode pengamatan berlangsung pada 6 September 2026 pukul 00.00 hingga 23.00 WIB. Sebanyak 37 titik panas memiliki tingkat kepercayaan sedang, sedangkan dua titik lainnya masuk kategori rendah.

38 Titik Panas Terkonsentrasi di Bulungan

Kabupaten Bulungan mencatatkan jumlah hotspot terbanyak di Kaltara. Dari 38 titik yang terdeteksi di wilayah tersebut, 36 di antaranya berstatus sedang dan dua titik berstatus rendah.

Adapun Kabupaten Nunukan hanya mencatatkan satu titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang. Sementara itu, Kota Tarakan, Kabupaten Malinau, dan Kabupaten Tana Tidung tidak terdeteksi memiliki titik panas pada periode pengamatan yang sama.

Deteksi Menggunakan Sensor Satelit VIIRS dan MODIS

BMKG menjelaskan, deteksi hotspot dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS yang dipasang pada sejumlah satelit polar, yakni NOAA20, S-NPP, Terra, dan Aqua. Sistem tersebut bekerja dengan mendeteksi anomali suhu permukaan suatu wilayah dibandingkan kondisi di sekitarnya.

Pengamatan dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit. Hasil deteksi ini menjadi acuan awal untuk memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Keterbatasan Pantauan Saat Wilayah Tertutup Awan

BMKG mengingatkan bahwa titik panas tidak dapat terdeteksi pada wilayah yang tertutup awan atau berada dalam blank zone. Kondisi ini berpotensi memengaruhi hasil pemantauan sebaran hotspot melalui satelit secara keseluruhan.

Kendati demikian, data terbaru menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya. Konsentrasi hotspot yang nihil di kategori tinggi menjadi indikasi awal menurunnya potensi kebakaran lahan di sejumlah kabupaten/kota di Kaltara.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks