Pemerintah Kabupaten Malinau menggelar pelatihan kewirausahaan mandiri selama tiga hari, 23-25 September, di Aula Kantor PKK Malinau, Kalimantan Utara. Pelatihan yang digelar Dinas Ketenagakerjaan bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas ini diikuti 30 peserta dengan materi dari pengembangan ide usaha hingga pemasaran digital. Program ini menjadi salah satu upaya Pemkab Malinau memperkuat kualitas sumber daya manusia agar masyarakat mampu menciptakan lapangan kerja secara mandiri.
MALINAU — Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Malinau Kamran Daik menyatakan pelatihan ini menyasar warga yang ingin membangun usaha sendiri. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor PKK Malinau dengan menghadirkan narasumber dari Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas.
Peserta menerima materi dan pendampingan langsung selama tiga hari. Dinas Ketenagakerjaan Malinau bekerja sama dengan balai pelatihan untuk menyusun kurikulum yang menyentuh aspek teknis maupun mental wirausaha.
Materi Pelatihan: dari Ide Usaha hingga Pemasaran Digital
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Malinau Jon Ifung menyebut 30 peserta mengikuti rangkaian materi yang dimulai dari pengenalan dan pengembangan ide usaha. Peserta juga dibekali cara identifikasi peluang usaha, penyusunan rencana usaha, hingga pengelolaan keuangan sederhana.
Materi lain mencakup strategi pemasaran, pengembangan produk, serta pemanfaatan teknologi dan pemasaran digital. “Peserta juga dibekali motivasi dan pengembangan mental kewirausahaan agar mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam mengembangkan usaha secara mandiri,” kata Jon Ifung.
Kamran Daik: Wirausaha Butuh Keberanian Melihat Peluang
Kamran Daik menekankan tantangan dunia kerja yang terus berkembang membuat masyarakat tidak cukup hanya mencari pekerjaan. Kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri dinilai sama pentingnya.
“Kewirausahaan bukan hanya berbicara mengenai bagaimana mendapatkan keuntungan, tetapi juga keberanian melihat peluang, kreativitas dalam menciptakan produk atau jasa, kemampuan mengelola usaha, disiplin, inovasi, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar,” ujarnya.
Ia berharap pelatihan tidak berhenti pada pembelajaran dan penerimaan sertifikat. Ilmu yang diperoleh peserta diharapkan diterapkan hingga menghasilkan usaha yang berkembang.
“Jangan malu untuk bertanya dan jangan takut mencoba. Seorang wirausaha harus berani memulai, berani menghadapi tantangan, dan terus belajar dari pengalaman,” kata Kamran.
Jejaring dan Teknologi Jadi Kunci Pengembangan Usaha
Pemkab Malinau mendorong peserta membangun jejaring dengan sesama pelatihan, pemerintah, pelaku usaha, maupun pihak lain. Pemanfaatan teknologi dan media digital juga ditekankan untuk membantu pemasaran produk.
Komitmen penguatan SDM tidak berhenti di pelatihan ini. Kamran menyebut Pemkab Malinau terus menjalankan berbagai program pelatihan, termasuk program Milenial Mandiri.
Dengan lahirnya wirausaha baru yang mampu mengembangkan usaha dan membuka lapangan pekerjaan, pemerintah daerah berharap ada kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Malinau.