Pencarian

The Social Reckoning Rilis, Jeremy Allen White Bongkar Skandal Facebook

Rabu, 07 Oktober 2026 • 20:20:01 WIB
The Social Reckoning Rilis, Jeremy Allen White Bongkar Skandal Facebook
Jeremy Allen White dan Mikey Madison tampil dalam film The Social Reckoning garapan Aaron Sorkin.

KALIMANTAN UTARA — Aaron Sorkin kembali menyutradarai The Social Reckoning, sekuel The Social Network yang tayang 15 tahun setelah film pertamanya. Film ini dibintangi Jeremy Allen White sebagai reporter Wall Street Journal dan Mikey Madison sebagai whistleblower Frances Haugen. Alih-alih sekuel biasa, Sorkin menyajikan thriller jurnalistik bergaya All The President's Men untuk era media sosial.

Film drama dewasa dengan naskah cerdas semakin jarang ditemui di bioskop studio besar. Sesekali sebuah studio merilisnya menjelang musim penghargaan, tapi genre yang dulu jadi menu utama perfilman kini nyaris punah. Aaron Sorkin masih membuktikan bahwa dialog tajam, cerita kuat, dan isu penting masih bisa ditemukan di layar lebar.

Ironisnya, The Social Reckoning baru mendapat lampu hijau dari Sony karena statusnya sebagai sekuel The Social Network, film klasik 2010 garapan Sorkin dan David Fincher yang memenangi Oscar. Padahal secara tone, film ini sama sekali tidak terasa seperti sekuel.

Premis dan Pemain Utama

The Social Reckoning berfokus pada investigasi terhadap Facebook, perusahaan raksasa yang kini menaungi 2,9 miliar pengguna dan menjadi satu-satunya sumber berita bagi separuh hingga dua pertiga warga Amerika Serikat. Platform ini dikenal sebagai sarang misinformasi, algoritma yang membahayakan kesehatan mental remaja, pesan kebencian, hingga pengaruh asing.

Jeremy Allen White berperan sebagai Jeff Horwitz, reporter teknologi Wall Street Journal yang tidak paham banyak soal teknologi tapi punya kredibilitas investigasi mumpuni. Christina, sang pemimpin redaksi yang diperankan Betty Gilpin, memberinya kesempatan untuk mengejar cerita ini.

Mikey Madison memerankan Frances, seorang whistleblower yang masih percaya pada misi awal Facebook. Ia khawatir arah perusahaan menyimpang dan ingin melihat cerita kecil terbit agar perhatian publik terbangun tanpa identitasnya terbongkar.

Investigasi dan Dinamika Horwitz-Frances

Hubungan Horwitz dan Frances berkembang seperti permainan kucing-kucingan. Frances awalnya enggan menjadi sumber, tapi perlahan memberikan dokumen internal yang dikenal sebagai Facebook Files. Setiap kali menyerahkan informasi, ia menegaskan bahwa setelah itu Horwitz harus berjalan sendiri.

Frances mencintai pekerjaannya dan hanya ingin Facebook kembali ke jalur semula. Dokumen-dokumen itu mengungkap praktik tersembunyi perusahaan, termasuk program Meaningful Social Interactions (MSI) yang memprioritaskan share dibanding like.

Program MSI terbukti meningkatkan engagement, tapi juga memperkuat suara-suara paling marah dan menjadi pintu masuk ke kelompok ekstremis. Inilah yang menjadi fokus utama investigasi Horwitz dengan bantuan petunjuk dari Frances.

Mark Zuckerberg di Kursi Panas

Jeremy Strong memerankan Mark Zuckerberg versi 15 tahun kemudian, jauh dari sosok Jesse Eisenberg di film pertama. Zuckerberg digambarkan tanpa humor, sangat serius, dan kaya raya, tapi menolak mengakui ada yang salah dengan filosofinya menjadikan Facebook sebagai "town square".

Dalam satu adegan, Zuckerberg dilatih oleh eksekutif PR krisis Raya Akinola untuk menghadapi dengar pendapat kongres. Ia duduk sendirian di sofa antipeluru di balik kaca, terisolasi, sementara karyawan membantu melatihnya dari luar.

Bill Burr memerankan Charlie Garrigan, mantan mitra dan teman Zuckerberg yang berbalik mengkritik lewat op-ed tajam. Kehadirannya bukan untuk memanis-manis situasi, melainkan menyiapkan Zuckerberg menghadapi tembakan pertanyaan di kongres.

Dasar Investigasi dan Konteks Nyata

Sorkin tertarik menggarap film ini setelah membaca buku The Power Of One karya Frances Haugen dan Broken Code karangan Jeff Horwitz. Horwitz, reporter investigasi Wall Street Journal, bekerja diam-diam dengan Haugen yang membocorkan dokumen internal Facebook.

Dokumen-dokumen tersebut menjadi dasar 17 laporan berbeda yang mengkritik praktik tidak bertanggung jawab Facebook. Perusahaan kemudian berganti nama menjadi Meta hanya beberapa pekan setelah temuan itu dipublikasikan, dan Haugen bersaksi di depan Kongres AS.

Koneksi dengan film pertama tetap ada, terutama sosok Zuckerberg yang kini diperankan aktor berbeda. The Social Network sendiri meraih 500 juta anggota Facebook saat itu dan memenangi Oscar untuk skenario terbaik.

The Social Reckoning menegaskan bahwa Sorkin masih punya ruang untuk drama jurnalistik di tengah pasar film yang makin didominasi waralaba. Dengan nama-nama besar seperti Jeremy Allen White, Mikey Madison, Jeremy Strong, dan Bill Burr, film ini menawarkan tontonan serius yang jarang ditemui di bioskop studio besar.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: deadline.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks