Pencarian

Kemarau Bulan Ketiga, Embung Binalatung Tarakan Menyusut dan 6 Kawasan Tarakan Tengah Harus Bergilir Air Dua Hari Sekali

Kamis, 08 Oktober 2026 • 10:17:02 WIB
Kemarau Bulan Ketiga, Embung Binalatung Tarakan Menyusut dan 6 Kawasan Tarakan Tengah Harus Bergilir Air Dua Hari Sekali
Embung Binalatung Tarakan menyusut pada bulan ketiga kemarau.

TARAKAN — Direktur Perumda Tirta Alam Tarakan Iwan Setiawan menyatakan penghentian pengambilan air dilakukan karena lubang isap pompa tidak lagi berfungsi optimal. Batas minimum penampungan seharusnya berada di angka 48.000 meter kubik, sementara kondisi embung kini jauh di bawah ambang tersebut.

Pelanggan yang disuplai Instalasi Pengolahan Air Kampung Satu harus menyesuaikan jadwal tampung air setiap dua hari sekali. Giliran ini berlaku sampai debit embung kembali pada level aman.

Mengapa Pengambilan Air Embung Binalatung Dihentikan Total

Iwan menjelaskan penurunan debit yang drastis memaksa operasional pengambilan air dihentikan sementara. Tujuannya menjaga struktur bendungan agar tidak rusak fatal akibat kekeringan.

"Embung Binalatung itu kondisi sekarang itu minus 274 sentimeter dan airnya tidak bisa diambil karena per tadi sore Badan Pengelola Sumber Daya Air (BWS) menyetop untuk pengambilan air, karena embung itu tidak boleh kering betul," ujar Iwan, Kamis (8/10/26).

Musim kemarau yang sudah memasuki bulan ketiga membuat volume tampungan terus turun. Perumda mencatat penurunan ini sebagai yang paling signifikan pada periode kemarau kali ini.

Enam Kawasan Tarakan Tengah Terdampak Giliran Air

Wilayah yang merasakan sistem gilir meliputi Selumit Pantai, Lingkas Ujung, Gunung Lingkas, Sebengkok, serta area asrama polisi. Semuanya masuk cakupan layanan IPA Kampung Satu.

Di luar daftar itu, pelayanan masih normal. Tarakan Utara, Tarakan Barat, sebagian besar wilayah Timur, dan Kampung Bugis terpantau aman karena mendapat dukungan pasokan dari Embung Indulung.

Embung Indulung masih mengirimkan debit 170 liter per detik ke IPA Kampung Satu. Pasokan inilah yang menahan wilayah lain dari giliran air.

Antisipasi Tahun Depan: Tambah Pompa Indulung 300 Liter per Detik

Perumda menyiapkan rekayasa teknik berupa penambahan kekuatan pompa di Embung Indulung. Targetnya 300 liter per detik pada tahun depan agar krisis air musim kemarau berikutnya tidak terulang.

"Supaya ini tidak terjadi lagi di tahun akan datang, kami sudah mengantisipasi nanti ke depannya itu kita akan menambah pompa di Indulung untuk menyuplai di IPA Kampung Satu yang selama ini disuplai oleh bendungan Binalatung," jelas Iwan.

Penambahan pompa itu akan mengurangi ketergantungan IPA Kampung Satu pada Embung Binalatung. Selama ini embung tersebut jadi pemasok utama saat debit Indulung menurun.

Kemarau Berlanjut hingga Akhir Oktober

Koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan musim kemarau masih berlangsung hingga akhir Oktober. Perumda meminta pelanggan memanfaatkan waktu giliran untuk menampung kebutuhan secara bijak.

Penghematan air sehari-hari disebut sangat menentukan kelancaran distribusi selama periode giliran. Warga di kawasan terdampak diimbau menyesuaikan pemakaian dengan jadwal yang ditetapkan Perumda.

Follow kabartarakan.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: fokusborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks