NUNUKAN — Dua ruas jalan yang direncanakan meliputi akses dari kawasan Bandara Yuvai Semaring melalui Pa' Bawan dan Krayan Tengah menuju Malinau, serta konektivitas dari arah Malinau menuju Krayan. Pemerintah Kabupaten Nunukan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara, Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Kementerian Pertahanan, serta kementerian dan lembaga terkait lainnya untuk memastikan tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.
Dua Ruas Jalan yang Bakal Dibangun
Ruas pertama menghubungkan kawasan Bandara Yuvai Semaring melalui Pa' Bawan dan Krayan Tengah menuju Malinau. Ruas kedua menyambungkan konektivitas dari arah Malinau menuju Krayan.
Keduanya dirancang sebagai jalur tembus yang memangkas ketergantungan warga Krayan pada akses udara dan jalur alternatif yang lebih panjang. Selama ini mobilitas warga menuju pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi menempuh rute yang tidak efisien.
Biaya Logistik dan Distribusi Jadi Pertimbangan Utama
Akses darat yang lebih baik diharapkan menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi kebutuhan pokok ke Krayan. Hasil pertanian dan perkebunan masyarakat juga diproyeksikan punya pasar yang lebih luas ketika jalur darat terbuka.
Selain itu, pelayanan pemerintah dinilai akan lebih mudah dijangkau warga. Keterisolasian wilayah perbatasan menjadi alasan utama di balik percepatan rencana ini.
Bupati Irwan Sabri: Ini Kepentingan Masyarakat yang Harus Dikawal Bersama
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Menteri Dalam Negeri dan Menteri Pertahanan, yang terus memberikan perhatian terhadap pembangunan kawasan perbatasan Nunukan.
"Alhamdulillah, apa yang selama ini kita perjuangkan untuk masyarakat Krayan mulai mendapat tindak lanjut. Dua ruas jalan ini menjadi bagian penting untuk membuka akses Krayan menuju Malinau. Kita berharap pembangunan dapat berjalan sesuai rencana dan pada 2028 jalan tembus Krayan-Malinau sudah dapat dituntaskan," ujar Bupati.
Irwan menegaskan pembangunan jalan bukan sekadar membuka konektivitas antarwilayah. Menurutnya, ada peluang baru bagi masyarakat Krayan untuk berkembang dan meningkatkan kesejahteraan.
"Kita ingin masyarakat Krayan semakin mudah bergerak, hasil pertanian dan perkebunan semakin mudah dipasarkan, biaya logistik semakin rendah, dan pelayanan pemerintah semakin mudah dijangkau. Ini adalah kepentingan masyarakat yang harus kita kawal bersama," tegasnya.
2028 Jadi Momentum yang Dikawal Ketat
Bupati menegaskan tahun 2028 harus menjadi momentum penting bagi masyarakat Krayan melalui terwujudnya konektivitas darat Krayan-Malinau. Pemerintah Kabupaten Nunukan akan terus mengawal tahapan pembangunan bersama kementerian dan lembaga terkait.
"Krayan tidak boleh terus berada dalam keterbatasan akses. Kita ingin jalan ini benar-benar hadir dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. Ketika jalan terbuka, maka peluang ekonomi, pelayanan dan kesejahteraan masyarakat juga semakin terbuka," pungkasnya.