NUNUKAN — PM SART DPD Kabupaten Nunukan mencatat sejarah kecilnya sendiri. Organisasi yang baru berdiri sekitar tiga tahun itu langsung merebut Juara Favorit pada pawai budaya yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-27 Kabupaten Nunukan, Sabtu (10/10/2026).
Partisipasi di pawai tingkat kabupaten itu juga menjadi pengalaman pertama bagi PM SART. Sebelumnya, organisasi ini lebih banyak bergerak di ranah penyelesaian persoalan adat dan sosial di kecamatan-kecamatan.
Siapa di Balik PM SART Nunukan
Organisasi ini dipimpin Zainal Abidinsyah, S.E., M.M., yang sehari-hari menjabat Camat Sebatik Timur. Di bawah kepemimpinannya, PM SART berupaya melestarikan adat dan budaya sekaligus menjaga kerukunan masyarakat.
Zainal menyebut PM SART kini telah terbentuk di tiga wilayah. Selain DPD Kabupaten Nunukan, organisasi ini memiliki Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di Sembakung dan Lumbis.
"Selain DPD Kabupaten Nunukan, PM SART telah terbentuk di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sembakung dan DPC Lumbis," jelas Zainal.
Fasilitasi Sengketa Tanah Adat di Sembakung
Di Kecamatan Sembakung, PM SART turut memfasilitasi penyelesaian persoalan tanah adat yang berkaitan dengan perusahaan. Upaya itu dilakukan lewat komunikasi, dialog, dan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk unsur TNI dan Polri.
Hasilnya, persoalan tersebut dapat diselesaikan secara aman dan kondusif. Pendekatan yang dikedepankan bukan jalur konfrontasi, melainkan musyawarah.
Zainal tercatat telah lima kali terlibat dalam upaya memfasilitasi penyelesaian persoalan melalui pendekatan tersebut. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara tokoh adat, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk mencegah konflik berkepanjangan.
Pendekatan Restorative Justice untuk Persoalan SARA
PM SART juga beberapa kali disebut terlibat memfasilitasi persoalan sosial yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) di Kabupaten Nunukan. Pendekatan musyawarah, dialog, serta keadilan restoratif atau restorative justice dikedepankan.
Tujuannya mendorong perdamaian dan memulihkan hubungan sosial di tengah masyarakat yang beragam. Cara ini dianggap lebih efektif dibanding jalur hukum formal untuk kasus-kasus yang menyentuh sensitivitas adat dan keyakinan.
Harapan Setelah Juara Favorit
Raihan Juara Favorit di pawai budaya HUT ke-27 Kabupaten Nunukan diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pengurus dan anggota PM SART. Zainal berpesan agar solidaritas organisasi diperkuat dan warisan adat serta budaya tetap terjaga.
"Raihan Juara Favorit dalam Pawai Budaya HUT ke-27 Kabupaten Nunukan diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh pengurus dan anggota PM SART untuk memperkuat solidaritas organisasi serta menjaga warisan adat dan budaya," pesan Zainal.
Keikutsertaan dalam pawai budaya juga menjadi sarana memperkenalkan identitas adat kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman.
Zainal menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pengurus, anggota, serta pihak-pihak yang mendukung partisipasi organisasi tersebut. Ke depan, PM SART berkomitmen terus berkontribusi dalam pelestarian budaya, penguatan persaudaraan antarsuku, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Komitmen itu bekerja sama dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, tokoh adat, dan berbagai elemen masyarakat. Semangat tersebut terangkum dalam semboyan PM SART: "Hidup Beradat, Bersatu dalam Persaudaraan. Berbeda Suku, Tetap Satu dalam Kebersamaan."