TANJUNG SELOR — Lomba Perahu Dayung menjadi pembuka Festival Sungai Kayan 2026 dengan 122 perahu dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Bulungan hingga Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Bupati Bulungan Syarwani membuka langsung lomba tersebut. Sekprov Kaltara Denny Harianto hadir mewakili Gubernur Kaltara pada pembukaan festival di Dermaga Pelabuhan VIP Kayan I.
Ribuan Pendayung dan UMKM Terlibat Sepanjang Tepian Sungai Kayan
Denny menyebut jumlah pendayung yang turun ke sungai mencapai ribuan orang. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah juga mengisi area sepanjang tepian Sungai Kayan selama lima hari penyelenggaraan.
"Dari 122 perahu yang ikut lomba, ada sekitar 3.500 pendayung yang berpartisipasi. Selain itu, sekitar 1.300 UMKM juga dilibatkan di sepanjang tepian Sungai Kayan," kata Denny.
Keterlibatan pelaku usaha itu membuka ruang bagi UMKM lokal untuk mengembangkan usaha. Festival tidak hanya menyajikan atraksi budaya, tetapi juga menjadi ajang ekonomi bagi warga Tanjung Selor dan sekitarnya.
Pelestarian Budaya Dinilai Butuh Kolaborasi Semua Kabupaten dan Kota
Denny menilai pelestarian budaya daerah tidak bisa hanya mengandalkan satu pemerintah daerah. Kolaborasi seluruh kabupaten dan kota di Kaltara diperlukan agar tradisi serta kearifan lokal tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.
"Pelestarian budaya bukan hanya tanggung jawab Kabupaten Bulungan, tetapi tanggung jawab kita bersama. Setiap kabupaten dan kota di Kaltara perlu ikut menjaga dan melestarikan budaya daerahnya," ujarnya.
Festival Sungai Kayan 2026 berlangsung selama lima hari, 14–18 Oktober 2026. Rangkaian acara dibuka dengan lomba perahu dayung yang diikuti peserta dari lintas kabupaten.
Penampilan Sape' hingga Pemukulan Gong Tandai Dimulainya Festival
Pembukaan festival dimeriahkan penampilan musisi lokal Uyau Moris yang membawakan lagu dengan iringan alat musik tradisional Sape', khas masyarakat Dayak. Senator DPD RI daerah pemilihan Kaltara, Marthin Billa, memukul gong sebagai tanda resmi dimulainya Festival Sungai Kayan 2026.
Denny berharap festival ini semakin memperkuat identitas budaya Kaltara sekaligus menarik minat wisatawan untuk berkunjung.
"Kaltara memiliki potensi budaya dan sumber daya alam yang luar biasa. Jika terus kita lestarikan dan kembangkan bersama, potensi ini bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan dari seluruh Indonesia hingga mancanegara," pungkasnya.
Penyelenggaraan festival tahun ini bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Kota Tanjung Selor ke-236 dan Kabupaten Bulungan ke-66. Pemerintah provinsi menempatkan kegiatan ini sebagai upaya menjaga tradisi sungai yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kaltara.