TANJUNG SELOR — Anggota Komisi VII DPR RI Rahmawati menyatakan kesiapannya untuk mengawal rencana pembangunan jaringan kereta api di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) hingga terealisasi. Politisi dari daerah pemilihan Kaltara tersebut menegaskan bahwa dukungan legislatif akan diperkuat guna memastikan minat investasi PT Indonesia Transit Synergy (Intra) berdampak nyata bagi masyarakat.
Rencana ambisius ini muncul setelah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara menerima audiensi dari pihak investor yang menawarkan pembangunan infrastruktur transportasi massal. Proyek ini diproyeksikan menjadi tulang punggung konektivitas baru di wilayah utara Kalimantan.
Rahmawati menjelaskan bahwa proyek kereta api ini memiliki visi strategis yang melampaui batas wilayah domestik. Jaringan rel tersebut dirancang untuk mengoneksikan antarwilayah di Kaltara, bahkan diproyeksikan menembus perbatasan negara tetangga, yakni Malaysia dan Brunei Darussalam.
"Kalau ada kereta api yang menghubungkan antara jalur satu sama lainnya kan lebih mudah dan lebih bagus lagi," ujar Rahmawati di Tanjung Selor, Sabtu (23/11).
Konektivitas lintas negara ini diharapkan mampu memicu pertumbuhan ekonomi kawasan perbatasan secara signifikan. Integrasi transportasi tersebut akan mempermudah mobilitas logistik dan orang, yang selama ini masih bergantung pada jalur darat konvensional dan transportasi air.
Satu hal yang menjadi sorotan utama adalah skema pembiayaan proyek yang tidak menyentuh kas negara. Pemprov Kaltara menyambut baik tawaran PT Intra karena seluruh biaya pembangunan infrastruktur tersebut tidak dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
"Selama itu untuk kepentingan rakyat, kita terus kawal ke investor agar merealisasikan apa yang menjadi wacana serta menjadi keinginan mereka berinvestasi di Kaltara," tegas Rahmawati.
Keterlibatan sektor swasta dalam pembangunan infrastruktur strategis dinilai sebagai langkah tepat di tengah keterbatasan fiskal daerah. Skema ini memungkinkan percepatan pembangunan fasilitas publik tanpa harus mengganggu pos anggaran pembangunan lainnya di Kaltara.
Selain sektor transportasi, Rahmawati mengungkapkan bahwa dirinya bersama pemerintah daerah terus aktif melobi berbagai pihak untuk menanamkan modal di Bumi Benuanta. Fokus bidikan tidak terbatas pada transportasi, tetapi juga mencakup fasilitas kesehatan seperti pembangunan rumah sakit modern.
"Kita terus berusaha menggaet investor sebanyak mungkin untuk kita datangkan ke sini. Kalau investor mulai berdatangan entah membangun rumah sakit atau transportasi, itu semua berarti membawa dampak baik untuk pemerintah kita, untuk provinsi kita," tuturnya.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan legislatif agar rencana investasi tidak sekadar berakhir di meja perundingan. Semua pihak harus bergandeng tangan untuk memastikan iklim investasi di Kaltara tetap kondusif bagi para pemodal besar.
Legislator Senayan ini memastikan akan terus memantau sejauh mana perkembangan komunikasi antara Pemprov Kaltara dengan PT Intra. Pengawalan ini bertujuan agar setiap tahapan rencana investasi berjalan sesuai koridor dan segera memasuki fase konstruksi fisik.