TANJUNG SELOR — Wakapolda Kalimantan Utara, Brigjen Pol. Yusuf, memimpin langsung Exit Meeting Audit Kinerja Itwasda Polda Kaltara Tahap I Tahun Anggaran 2026 di Gedung Rupatama Bhara Daksa, Mapolda Kaltara, Selasa (12/5/2026). Kegiatan ini menyoroti aspek perencanaan dan pengorganisasian di lingkungan Polda Kaltara.
Dalam arahannya, Brigjen Pol. Yusuf menegaskan bahwa audit bukanlah ajang untuk mencari-cari kesalahan. Sebaliknya, audit merupakan instrumen evaluasi dan koreksi untuk meningkatkan kualitas tata kelola organisasi.
"Exit meeting ini harus dimaknai sebagai momentum untuk melakukan pembenahan internal dan penguatan sistem pengendalian organisasi secara menyeluruh, khususnya pada aspek perencanaan dan pengorganisasian," tegas Wakapolda Kaltara.
Lima Instruksi Tegas untuk Kasatker dan Kasatwil
Berdasarkan hasil pernyataan audit, ditemukan beberapa titik lemah pada manajemen operasional, Sumber Daya Manusia (SDM), logistik, hingga pengelolaan anggaran. Wakapolda menyebut temuan tersebut sebagai early warning agar para Kepala Satuan Kerja (Kasatker) dan Kepala Satuan Wilayah (Kasatwil) segera mengambil langkah perbaikan yang terukur.
Kapolda Kaltara melalui Wakapolda menginstruksikan kepada seluruh jajaran untuk tidak bersikap underestimate atau menganggap temuan audit sebagai formalitas administratif. Lima perintah tegas dikeluarkan:
- Segera tindak lanjuti seluruh temuan dan rekomendasi sesuai batas waktu yang ditentukan secara tertulis.
- Jadikan hasil audit sebagai bahan koreksi nyata terhadap kinerja yang telah dilaksanakan.
- Tingkatkan kualitas perencanaan program dan anggaran berbasis kebutuhan riil.
- Perkuat pengawasan melekat pada setiap pelaksanaan tugas.
- Bangun budaya kerja yang tertib administrasi, transparan, dan patuh pada aturan.
Audit Bukan Formalitas, Target Akhirnya Pelayanan Masyarakat
Wakapolda didampingi Irwasda Polda Kaltara, Kombes Pol. Audy Alfrits Herman Manus, serta dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Kaltara dan Kapolres jajaran. Kehadiran para Kasatwil dalam exit meeting ini menunjukkan bahwa audit kinerja menjadi prioritas di tingkat pimpinan.
Menutup arahannya, Brigjen Pol. Yusuf berharap perbaikan sistem kerja ini berdampak langsung pada kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat. "Dengan tata kelola organisasi yang baik, maka pelaksanaan tugas kepolisian akan berjalan lebih efektif, efisien, dan akuntabel, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri," pungkasnya.