TARAKAN — Ketua Laskar Pemuda Adat Dayak Kalimantan Timur (LPADKT) Kota Tarakan, Robinson, menginstruksikan seluruh kader untuk menjaga marwah organisasi melalui kedisiplinan. Hal tersebut menjadi poin utama dalam peringatan hari jadi organisasi ke-26 yang digelar secara sederhana di Sekretariat LPADKT, Kelurahan Karang Anyar.
Robinson menilai kedisiplinan merupakan fondasi utama agar organisasi tetap solid dalam menjalin kemitraan strategis, baik dengan pemerintah maupun lembaga eksternal lainnya. Ia juga mengapresiasi loyalitas para anggota yang tetap konsisten berkontribusi di tengah kesibukan profesi masing-masing.
”Yang pertama itu disiplin ya. Disiplin dalam berorganisasi itu adalah penting dan itu yang harus terus-menerus kita tekankan ke anggota, sehingga organisasi ini bisa terjaga dan bisa menjalin hubungan kemitraan dengan organisasi lain maupun pihak pemerintah,” ujar Robinson.
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang biasanya bertempat di gedung tertutup, perayaan kali ini sengaja dilaksanakan di area terbuka di lingkungan sekretariat. Langkah ini diambil sebagai strategi organisasi untuk lebih mendekatkan diri dan memperkenalkan keberadaan markas LPADKT kepada masyarakat luas.
Kegiatan ini juga dilaksanakan secara serentak oleh seluruh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di berbagai wilayah sesuai instruksi pimpinan pusat. Robinson merinci, saat ini LPADKT Tarakan memiliki sekitar 100 anggota aktif berseragam lengkap serta didukung oleh 200 hingga 300 simpatisan yang tersebar di wilayah Bumi Paguntaka.
Pendekatan merakyat ini diharapkan mampu memperkuat citra positif organisasi di mata publik. Selain seremoni formal, lokasi sekretariat kini diproyeksikan menjadi pusat interaksi sosial bagi para anggota dan warga sekitar.
Kemeriahan hari jadi ke-26 ini dilengkapi dengan kompetisi menyumpit yang diikuti oleh internal anggota. Lomba ini bukan sekadar ajang unjuk ketangkasan, melainkan misi organisasi dalam merawat warisan leluhur agar tetap eksis di tengah modernisasi kota.
Acara tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Tarakan serta Plt Sekda Kota Tarakan yang hadir mewakili pemerintah daerah. Kehadiran pejabat publik ini menjadi bentuk dukungan terhadap eksistensi organisasi adat dalam menjaga stabilitas sosial di Kalimantan Utara.
Mengusung tema “Mengakui Perbedaan, Mengutamakan Kebersamaan”, LPADKT berkomitmen memperluas aksi sosial melalui program bakti sosial (baksos). Kolaborasi lintas sektor menjadi target utama organisasi dalam mendukung percepatan pembangunan daerah ke depan.