KALIMANTAN UTARA — Masa depan Kia Picanto di pasar Inggris kini berada di ujung tanduk. Paul Philpott, CEO Kia UK, menyatakan bahwa mobil kota populer ini kemungkinan besar harus dipensiunkan sebelum tahun 2030 jika pemerintah setempat tidak mengubah aturan mandat Zero Emission Vehicle (ZEV). Regulasi tersebut menuntut transformasi radikal yang membuat mobil bermesin pembakaran internal (ICE) murni semakin sulit bertahan hidup.
Berdasarkan pedoman ZEV saat ini, setiap kendaraan pembakaran baru yang dijual setelah tahun 2030 wajib memiliki elemen hybrid. Memasuki tahun 2035, standarnya meningkat drastis di mana seluruh mobil baru harus bertenaga listrik sepenuhnya. Kia Picanto yang saat ini mengandalkan mesin bensin 1.0 liter tanpa bantuan elektrikal berada di posisi yang sangat rentan.
Paul Philpott menjelaskan bahwa tantangan terbesar muncul dari target progresif penjualan mobil listrik. Pada 2026, sebanyak 33 persen penjualan mobil baru harus berupa kendaraan listrik murni (EV), angka ini naik menjadi 38 persen pada 2027, dan melonjak hingga 80 persen pada 2030. Artinya, pada tahun 2030, Kia hanya diizinkan menjual 20 persen mobil non-EV dari total volume penjualannya.
"Ketika Anda hanya bisa menjual 20 persen mobil non-EV, Anda tidak bisa lagi menjual tujuh model mobil bermesin bensin. Pada titik tertentu, Anda harus merelakan beberapa model, dan itu adalah tugas yang sangat sulit untuk dilakukan dengan benar," ujar Philpott saat menjelaskan tekanan regulasi tersebut.
Kia terpaksa mengambil keputusan pragmatis dalam menyusun strategi line-up mereka di masa depan. Fokus utama perusahaan adalah mempertahankan model yang memberikan volume penjualan terbesar. Dalam hal ini, Kia Sportage menjadi prioritas utama untuk mengisi kuota 20 persen mobil non-listrik yang tersisa di tahun 2030.
Saat ini, Sportage menyumbang sekitar 40 persen dari total penjualan Kia di Inggris. Jika model SUV ini terus mendominasi, maka hampir tidak ada ruang tersisa bagi model ICE lain seperti Picanto dalam portofolio penjualan mereka. Philpott menegaskan bahwa pilihannya adalah mengganti Picanto dengan model lain yang sesuai regulasi atau menyerah pada segmen mobil kecil, seperti yang sudah dilakukan banyak merek lain.
Hingga saat ini, Kia dilaporkan tidak memiliki rencana untuk menyematkan teknologi hybrid pada Picanto. Langkah ini dianggap tidak ekonomis untuk mobil di segmen entry-level yang margin keuntungannya sangat tipis. Tanpa adanya elektrifikasi, Picanto secara otomatis tidak memenuhi syarat untuk dijual melampaui akhir tahun 2029.
Pemerintah Inggris dijadwalkan melakukan peninjauan terhadap mandat ZEV pada tahun depan dengan kemungkinan pelonggaran aturan. Namun, perubahan tersebut diprediksi tidak akan banyak menolong mobil non-listrik murni. Situasi ini memaksa Kia untuk mulai mengevaluasi ulang seluruh jajaran produk mereka antara tahun 2027 hingga 2030 demi mematuhi ambisi emisi nol bersih pemerintah.