Pencarian

Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan Resmi Terima Pembayaran QRIS, Penumpang Speedboat Tak Perlu Bawa Uang Tunai Banyak

Selasa, 19 Mei 2026 • 17:57:54 WIB
Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan Resmi Terima Pembayaran QRIS, Penumpang Speedboat Tak Perlu Bawa Uang Tunai Banyak
Pelabuhan Liem Hie Djung Nunukan resmi terapkan pembayaran digital QRIS untuk transaksi speedboat.

NUNUKAN — Transaksi di Pelabuhan Liem Hie Djung, Nunukan, tak lagi bergantung pada uang tunai. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) resmi meluncurkan program “Pelabuhan Siap QRIS” di pelabuhan tersebut, Selasa (19/5/2026). Langkah ini menyasar ekosistem pembayaran digital di sektor transportasi laut yang menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan.

Manfaat QRIS bagi Penumpang dan Agen Tiket

Deputi Direktur KPwBI Kaltara, Reza Hidayat, menyebut kehadiran QRIS di pelabuhan membawa dampak langsung bagi penumpang dan pelaku usaha. Ia mencontohkan, selama ini masyarakat yang bepergian dalam kelompok besar kerap kesulitan karena harus membawa uang tunai dalam jumlah banyak.

“Kita tidak bisa pungkiri bahwa se-Indonesia sudah merasakan manfaat QRIS. Kami berharap ini sangat bermanfaat di Kaltara, karena sektor yang paling dekat dan krusial dengan masyarakat di sini adalah transportasi,” ujar Reza.

Pencatatan Keuangan Lebih Rapi dan Menekan Uang Palsu

Dari sisi operasional, sistem ini juga mengatasi masalah klasik agen tiket dan pemilik speedboat, seperti penyediaan uang kembalian dan pencatatan keuangan. Reza menambahkan, pencatatan retribusi bagi dinas terkait pun akan lebih tertib.

“Dari sisi agen maupun dinas terkait, pencatatan keuangan dan retribusi akan menjadi lebih baik dan rapi. Lebih dari itu, sebagai salah satu tugas Bank Indonesia, implementasi QRIS ini dapat menekan dan menghindari potensi peredaran uang palsu karena perputaran uang tunai yang semakin minim,” jelasnya.

BI Kaltara Targetkan Integrasi dari Hulu ke Hilir

Reza menyadari digitalisasi ini baru tahap awal dan masih ada proses adaptasi di lapangan. Pihaknya membuka diri terhadap masukan dari masyarakat dan pelaku usaha. Ia juga menegaskan komitmen untuk terus mengedukasi pelaku UMKM dan pedagang pasar yang belum sepenuhnya melek teknologi.

Lebih dari sekadar agen tiket, BI Kaltara menargetkan integrasi sistem pembayaran dari hulu ke hilir. “Percuma jika pedagang pasarnya sudah pakai QRIS, tapi mereka bayar ke distributornya masih harus pakai cash. Begitu juga di pelabuhan, kami upayakan tidak hanya agen tiket, tetapi sampai ke distributor bahan bakar atau agen minyaknya agar bisa dibayar pakai QRIS atau transfer. Kita ingin semua aman dan terintegrasi dari atas sampai bawah,” tambah Reza.

Waspada Modus QRIS Palsu, Begini Cara Aman Bertransaksi

Reza menjamin sistem QRIS yang disediakan perbankan aman, tanpa penundaan atau potongan nominal. Namun, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap oknum yang menempelkan stiker QRIS palsu.

“Secara sistem, QRIS Insya Allah aman. Yang tidak aman adalah oknum yang menempelkan QRIS palsu. Oleh karena itu, kita sebagai pengguna harus waspada. Saat memindai (scan), baca dan pastikan dulu nama yang muncul di layar gawai sudah sesuai dengan nama agen tiket atau toko yang kita tuju,” imbaunya.

Untuk mengantisipasi penipuan dan fraud, Bank Indonesia Kaltara akan meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Daerah, perbankan, serta aparat penegak hukum. Masyarakat yang menjadi korban penipuan transaksi juga bisa melapor melalui kanal resmi yang disediakan BI dan otoritas terkait.

Bagikan
Sumber: fokusborneo.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks