IHSG Anjlok 2,06 Persen ke 6.584, Rupiah Tembus Rp 17.630 per Dolar AS di Awal Pekan

Penulis: Cecep Sudrajat  •  Senin, 18 Mei 2026 | 09:58:02 WIB
IHSG anjlok 2,06 persen ke posisi 6.584 pada pembukaan perdagangan Senin (18/5).

JAKARTA — IHSG dibuka merosot 138,558 poin atau 2,06 persen ke level 6.584,762 pada perdagangan Senin (18/5). Sebelumnya, pada sesi preopening, indeks sudah menunjukkan tekanan dengan turun 94,344 poin (1,40 persen) di posisi 6.628,976.

Pelemahan juga terpantau di pasar valuta asing. Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.00 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berada di Rp 17.630, melemah 33 poin atau 0,19 persen. Tekanan terhadap rupiah ini berlangsung di tengah sentimen global yang masih membebani mata uang negara berkembang.

Bursa Asia Kompak Melemah, China Jadi Satu-satunya yang Hijau

Kondisi serupa terjadi di sebagian besar bursa saham kawasan Asia pagi ini. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun tajam 625,902 poin (1,02 persen) ke 60.783,398. Indeks Hang Seng di Hong Kong juga tertekan 274,500 poin (1,06 persen) ke 25.688,230.

Indeks Straits Times di Singapura ikut melemah 16,089 poin (0,32 persen) ke 4.972,990. Satu-satunya yang mencatatkan penguatan adalah indeks SSE Composite di China yang naik tipis 2,399 poin (0,06 persen) ke 4.137,790.

Apa Dampak Pelemahan IHSG dan Rupiah bagi Investor Ritel?

Koreksi IHSG di atas dua persen dalam sehari tergolong signifikan dan bisa memicu aksi wait and see di kalangan investor ritel. Pelemahan rupiah yang mendekati Rp 17.650 per dolar AS juga berpotensi meningkatkan beban impor dan menekan emiten yang memiliki utang dalam denominasi dolar.

Namun, bagi investor dengan horizon jangka panjang, koreksi semacam ini kerap dimanfaatkan untuk akumulasi beli di harga diskon. Pergerakan indeks ke depan akan sangat bergantung pada sentimen global dan kebijakan Bank Indonesia dalam menstabilkan nilai tukar.

Kapan IHSG Berpotensi Bangkit Kembali?

Belum ada sinyal pemulihan signifikan dalam jangka pendek. Pelaku pasar masih mencermati data ekonomi AS dan pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat yang menjadi acuan global. Jika tekanan mereda, IHSG berpeluang melakukan technical rebound dalam beberapa hari ke depan.

Reporter: Cecep Sudrajat
Sumber: kumparan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top