IHSG Tembus Level 5.966, Koreksi Berlanjut ke Area 5.700 Jika Support Ini Jebol

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Jumat, 22 Mei 2026 | 09:39:53 WIB
IHSG pagi ini menyentuh level terendah 5.966 dengan tekanan jual yang masih kuat.

KALIMANTAN UTARA — IHSG memulai perdagangan pagi ini di zona merah, langsung turun ke 6.065 dan sempat menyentuh level terendah harian di 5.966. Posisi tersebut menjadi yang terendah dalam beberapa sesi terakhir, mengindikasikan tekanan jual yang masih deras. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.533 triliun dengan nilai transaksi mencapai Rp2,87 triliun hingga pukul 09.17 WIB.

Support Kritis di 5.911, Jika Tembus Siap-Siap ke 5.700

Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova menilai pergerakan IHSG saat ini sangat riskan. Ia mengatakan indeks sudah menutup penuh gap di area 6.092-6.148, disertai sinyal bearish pada perdagangan sebelumnya. "Jika IHSG turun di bawah 5.911, pelemahan berpotensi berlanjut menuju 5.700," ujar Ivan dalam risetnya.

Level support selanjutnya berada di 5.673 dan 5.439 jika tekanan jual terus berlanjut. Namun, Ivan menambahkan bahwa peluang rebound jangka pendek masih terbuka selama indeks mampu bertahan di atas 5.967. Resistance terdekat ada di 6.459, yang harus ditembus untuk membalikkan sentimen.

Analis Lain Proyeksikan Koreksi ke 5.899-5.999

Senada dengan Ivan, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana juga memperkirakan IHSG masih akan tertekan. Ia menyebut indeks telah menutup area gap yang sebelumnya terbentuk, sehingga potensi koreksi lanjutan terbuka lebar. "Kami memperkirakan IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan dengan area koreksi berikutnya di kisaran 5.899-5.999," jelas Herditya.

Herditya memasang support harian di level 5.996 dan 5.899, sementara resistance berada di 6.318 dan 6.459. Rentang pergerakan ini menunjukkan bahwa indeks masih dalam fase konsolidasi bearish, di mana setiap kenaikan justru dimanfaatkan investor untuk menjual sahamnya.

Saham Apa yang Paling Tertekan Pagi Ini?

Dari total 728 saham yang diperdagangkan, sebanyak 362 saham tercatat melemah, sementara 221 saham menguat dan 145 saham stagnan. Artinya, hampir 50 persen saham di bursa berada dalam tekanan. Sektor perbankan, teknologi, dan properti menjadi sektor yang paling banyak mengalami aksi jual, sejalan dengan pelemahan IHSG yang signifikan.

Volume perdagangan tercatat sebesar 6,20 miliar saham dengan frekuensi 314.930 kali transaksi. Angka ini menunjukkan aktivitas investor masih tinggi, namun lebih didominasi oleh aksi lepas saham dibandingkan akumulasi beli.

Apa Artinya bagi Investor?

Bagi investor ritel, kondisi ini menandakan bahwa risiko jangka pendek masih tinggi. Para analis menyarankan untuk menahan diri tidak melakukan pembelian agresif sebelum IHSG menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah yang valid. Support 5.911 menjadi level yang krusial — jika jebol, maka area 5.700 menjadi target koreksi berikutnya.

Sebaliknya, jika IHSG mampu bertahan di atas 5.967 dan ditutup hijau, peluang technical rebound bisa dimanfaatkan untuk trading jangka pendek. Investasi mengandung risiko.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top