NUNUKAN — Peningkatan anggaran ini menjadi angin segar bagi puluhan sekolah di Nunukan yang selama ini minim fasilitas. Tak tanggung-tanggung, Pemprov Kaltim mengalokasikan dana lebih besar dari tahun sebelumnya untuk pembangunan ruang kelas baru, perpustakaan, dan laboratorium di daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia tersebut.
Meski angka pasti kenaikan belum dirinci secara detail, pihak Pemprov memastikan alokasi tahun ini jauh lebih besar dibandingkan periode sebelumnya. Fokus utama anggaran ini adalah sekolah-sekolah di kecamatan terpencil seperti Krayan, Lumbis, dan Sembakung yang aksesnya sulit dan rawan kekurangan guru serta fasilitas.
Langkah ini diambil karena banyak sekolah di Nunukan yang masih menggunakan bangunan semi-permanen. Beberapa ruang kelas bahkan dilaporkan mengalami kerusakan berat akibat usia dan cuaca ekstrem di wilayah dataran tinggi Krayan. Dengan tambahan dana ini, pemerintah menargetkan renovasi puluhan unit sekolah dapat rampung sebelum tahun ajaran baru.
Nunukan merupakan garda terdepan pendidikan Indonesia di perbatasan. Kualitas sumber daya manusia di sana menjadi cerminan wajah bangsa di mata negara tetangga. Oleh karena itu, Pemprov Kaltim tidak ingin ketertinggalan infrastruktur pendidikan menjadi hambatan bagi anak-anak di perbatasan untuk bersaing.
Dengan adanya ruang kelas baru yang layak, proses belajar mengajar diharapkan lebih nyaman dan efektif. Selain itu, pembangunan laboratorium dan perpustakaan memungkinkan praktik sains dan literasi berjalan optimal. Guru-guru di daerah terpencil juga akan mendapat dukungan alat peraga dan buku penunjang yang memadai.
Pemprov Kaltim menegaskan akan melakukan pengawasan ketat terhadap realisasi anggaran ini. Dinas Pendidikan dan Inspektorat daerah akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan setiap rupiah digunakan sesuai peruntukan. Masyarakat juga diajak berpartisipasi mengawasi pembangunan melalui forum musrenbang desa.
Selain sarpras, Pemprov juga tengah mengkaji program afirmasi bagi guru yang bertugas di perbatasan. Insentif khusus dan kemudahan rotasi menjadi salah satu opsi untuk mengatasi kekurangan tenaga pengajar di Nunukan. Langkah ini dilakukan agar peningkatan fasilitas berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pengajaran.