Pencarian

Suporter Argentina Dilarang Bawa Atribut Politik Malvinas di Semifinal Piala Dunia Lawan Inggris

Rabu, 15 Juli 2026 • 22:32:31 WIB
Suporter Argentina Dilarang Bawa Atribut Politik Malvinas di Semifinal Piala Dunia Lawan Inggris
Suporter Argentina dilarang membawa atribut bertuliskan pesan politik terkait Kepulauan Falklands saat pertandingan semifinal Piala Dunia melawan Inggris.

KALIMANTAN UTARA — Pertandingan klasik penuh sejarah antara Argentina dan Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan duel sepak bola, tetapi juga dibayangi ketegangan politik yang kian meruncing. Pemerintah Argentina melalui Menteri Keamanan Alejandra Monteoliva memastikan larangan total terhadap atribut bertuliskan atau bergambar pesan soal Kepulauan Falklands, yang oleh Argentina disebut Malvinas.

"Tidak seorang pun diizinkan masuk dengan membawa bendera atau pesan politik terkait Falklands," tegas Monteoliva kepada media setempat. Larangan ini mencakup bendera, kaus, kain, hingga benda lain yang berpotensi memicu provokasi rasial atau politik di dalam stadion.

Provokasi Wakil Presiden Picu Kekhawatiran

Ketegangan mulai meledak setelah Wakil Presiden Argentina Victoria Villaruel mengunggah pernyataan di media sosial yang menyebut Inggris sebagai "penjajah". "Ini tentang Malvinas, tentang Diego, tentang kesempatan terakhir Leo," tulis Villaruel, merujuk pada Diego Maradona dan Lionel Messi. Sebelumnya, beberapa pemain Argentina juga sempat menyanyikan lagu bernada provokatif seusai mengalahkan Mesir di perempat final.

Di sisi lain, Kepolisian Atlanta telah mengklasifikasikan laga ini sebagai pertandingan berisiko tinggi. Personel tambahan dikerahkan di sekitar stadion, kawasan hiburan, dan titik keramaian untuk mencegah gesekan antarsuporter maupun tindak kriminal.

Sejarah Panjang Duel yang Selalu Panas

Pertemuan Argentina versus Inggris di Piala Dunia selalu menyisakan cerita. Kali ini menjadi duel pertama sejak fase grup edisi 2002, saat Inggris menang 1-0 lewat penalti David Beckham. Dua pertemuan sebelumnya juga kontroversial: kartu merah Beckham di 1998 dan gol "Hand of God" Maradona di 1986 yang hingga kini masih dikenang.

Perang Falklands pada 1982 yang berlangsung 74 hari dan menewaskan 907 orang menjadi latar belakang emosional yang tak terhindarkan. Meski begitu, pelatih Argentina Lionel Scaloni meminta semua pihak tetap tenang. "Ini hanyalah pertandingan sepak bola. Kami akan menghadapi tim hebat, tetapi ini tetap hanya pertandingan sepak bola, tidak lebih dari itu," ujarnya.

Aturan FIFA dan Pembakaran Bendera

FIFA memiliki aturan ketat melarang pesan politik di pertandingan resmi. Sebelumnya, federasi sepak bola dunia itu juga melarang bendera Inggris bergambar logo Barrow dan bendera Lion and Sun Iran era pra-revolusi. Di Argentina, beredar video suporter yang membakar bendera Union Jack usai kemenangan atas Swiss di perempat final, menambah kekhawatiran akan eskalasi ketegangan.

Pemenang laga ini akan menghadapi Spanyol di final, yang lebih dulu lolos setelah mengalahkan Prancis 2-0 berkat gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro. Inggris memburu tiket final pertama sejak juara 1966, sementara Argentina berusaha mempertahankan gelar juara dunia yang diraih empat tahun lalu di Qatar.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks