Pencarian

Kapasitas Data Center Indonesia 456 MW Tertinggal Jauh dari Malaysia 1,3 GW dan Singapura 1,4 GW

Kamis, 16 Juli 2026 • 09:55:31 WIB
Kapasitas Data Center Indonesia 456 MW Tertinggal Jauh dari Malaysia 1,3 GW dan Singapura 1,4 GW
Kapasitas pusat data Indonesia sebesar 456 MW masih di bawah Singapura yang mencapai 1,4 GW dan Malaysia 1,3 GW.

KALIMANTAN UTARA — Persaingan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di ASEAN memasuki babak krusial. Data dari riset Powering the Future: Advancing Green Data Centers in Indonesia (2026) menunjukkan kapasitas pusat data Indonesia hanya 456 MW. Angka ini kontras dengan Singapura yang sudah mengoperasikan lebih dari 1,4 GW dan Malaysia 1,3 GW. Selisih kapasitas ini menjadi indikator awal kesenjangan daya saing regional.

JS-SEZ: Koridor Digital yang Mengubah Peta Persaingan

Singapura dan Malaysia tidak hanya unggul dari sisi kapasitas, tetapi juga kecepatan membangun ekosistem. Koridor Johor-Singapore SEZ menggabungkan keunggulan Singapura sebagai pusat konektivitas dan layanan digital dengan ketersediaan lahan serta listrik di Johor. Malaysia tercatat menyetujui investasi pusat data senilai RM 114,7 miliar sepanjang 2021–2023, mencakup komitmen Microsoft US$ 2,2 miliar, Google US$ 2 miliar, dan Oracle US$ 6,5 miliar.

Dari sisi konektivitas bawah laut, Singapura memiliki jaringan kabel internasional paling padat di Asia Tenggara. Konsorsium Microsoft, Tata Communications, dan Singapore Telecommunications tengah membangun kabel I-2SEA sepanjang 3.600 km yang menghubungkan India dengan Malaysia dan Singapura. Kabel ini dijadwalkan beroperasi pada kuartal keempat 2029 dan akan mendukung beban kerja AI, cloud, serta hyperscale.

Batam: Kartu Truf dengan Jendela Waktu Sempit

Indonesia tidak sepenuhnya tanpa aset. Batam, melalui Nongsa Digital Park, direncanakan memiliki hingga 13 fasilitas data center dengan pasokan daya sekitar 800 MW. Namun, angka ini masih berupa rencana pengembangan kawasan yang harus dibuktikan dengan realisasi proyek. Proyek DayOne bersama Indonesia Investment Authority (INA) telah memperoleh pembiayaan Rp 6,7 triliun untuk tiga pusat data berkapasitas 72 MW. Microsoft juga telah membuka region cloud Indonesia Central sebagai bagian dari komitmen US$ 1,7 miliar.

Pada pertemuan bilateral Indonesia-Singapura, 9 Juni 2026, kedua negara sepakat melakukan studi bersama pengembangan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) sebagai pusat digital dan data center. Kerja sama ini menjadi fondasi bagi gagasan SIJORI 2.0 yang diusulkan para pelaku industri.

Dua Tahun Penentu: Indonesia Bisa Jadi Pilar atau Pasar

Ketua Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) Hendra Suryakusuma menilai posisi Indonesia saat ini adalah penantang dengan potensi besar, tetapi belum menjadi pilihan pertama. "Windows of opportunity-nya sempit. Menurut saya, dua sampai tiga tahun ke depan akan sangat menentukan posisi regional Indonesia," katanya kepada Katadata.co.id, Rabu (14/7).

Menurut Hendra, Indonesia tidak perlu meniru model Singapura atau Malaysia. Model SIJORI 2.0 memungkinkan Indonesia memperoleh porsi bernilai tinggi seperti AI compute, cloud services, cybersecurity, dan operasi jaringan. "Kita harus menawarkan fungsi yang tidak dapat mereka sediakan sendiri," ujarnya.

Sektor data center Indonesia sebenarnya tumbuh rata-rata 33% per tahun selama 2020–2023. Pada 2024, nilai pasar diperkirakan mencapai US$ 3,7 miliar (sekitar Rp 57,7 triliun), dengan total investasi sekitar US$ 634 juta (Rp 9,8 triliun). Namun, pertumbuhan ini harus diimbangi dengan kecepatan eksekusi dan kemudahan perizinan agar Indonesia tidak sekadar menjadi pasar bagi teknologi yang infrastrukturnya dibangun di Johor atau Singapura.

Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks