KALIMANTAN UTARA — Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera terus memperkuat pemulihan akses air bersih di tiga provinsi terdampak, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Pendekatan yang digunakan bukan sekadar darurat, melainkan pembangunan sistem permanen dan berkelanjutan melalui kombinasi sumur bor dan pengembangan SPAM berkapasitas besar.
Salah satu proyek andalan adalah SPAM Karang Baru di Aceh Tamiang. Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, saat meninjau lokasi pada Minggu (31/5/2026), menyatakan pembangunan IPA baja berkapasitas 2x50 liter per detik sudah berproses. Namun, ia menekankan kepastian sumber air baku menjadi kunci agar layanan tetap optimal sepanjang musim.
“Pembangunan IPA baja 2x50 Lps saat ini sudah berproses. Namun kita harus memastikan sumbernya atau intake-nya memang terjaga. Sekarang kondisi sungainya memang sedang tinggi, tapi harus dicek juga saat kondisi kering apakah debitnya masih mencukupi,” ujar Dody.
Di Kabupaten Aceh Utara, Satgas PRR juga memulihkan SPAM Langkahan yang sempat lumpuh akibat banjir dan sedimentasi. Setelah penanganan darurat berhasil mengembalikan distribusi ke sekitar 1.500 sambungan rumah, langkah selanjutnya adalah pembangunan SPAM IKK Langkahan baru berkapasitas 50 liter per detik. Infrastruktur anyar ini diperlukan untuk memperkuat sistem eksisting yang sudah kelebihan kapasitas.
Dody menjelaskan pemulihan menyeluruh tidak cukup hanya memperbaiki instalasi utama. Jaringan distribusi ke rumah tangga yang terendam lumpur dan mengalami kebocoran juga harus diganti. “Banyak sambungan rumah yang tertutup lumpur, ada yang bocor, ada yang harus dipotong dan diganti. Kita upayakan secepatnya supaya layanannya bisa kembali lagi seperti semula,” katanya.
Data Satgas PRR per 30 Mei 2026 mencatat dukungan penyediaan air bersih terus meluas di tiga provinsi. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah membangun 280 titik sumur bor dalam dan 70 sumur bor dangkal. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menangani 313 titik sumur bor, sementara TNI Angkatan Darat membangun 489 titik sumur bor dan 257 fasilitas MCK. Kepolisian juga turut berkontribusi melalui pembangunan ratusan titik sumur bor di wilayah terdampak.
Seluruh infrastruktur ini dirancang bukan hanya untuk menjawab kebutuhan pascabencana saat ini, tetapi juga memperkuat ketahanan layanan air bersih masyarakat dalam jangka panjang. Dengan target penyelesaian SPAM Karang Baru pada Agustus 2026, pemerintah optimistis pemulihan akses air bersih di kawasan terdampak dapat berjalan berkelanjutan.