KALIMANTAN UTARA — Pemandangan tak biasa terlihat di Kantor BGN, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu pagi. Puluhan karyawan yang datang untuk bekerja justru berkumpul di trotoar dan area parkir luar gedung. Mereka diarahkan petugas keamanan untuk tidak memasuki kantor karena ada kegiatan aparat penegak hukum di dalam.
Gedung Disegel Sejak Dini Hari, Awak Media Juga Dilarang Masuk
Seorang petugas keamanan di lokasi mengatakan tim dari Kejaksaan Agung sudah tiba sejak sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Hingga pukul 09.00 WIB, aktivitas perkantoran lumpuh total. Tak ada pelayanan yang berjalan, sementara para pegawai masih terus berdatangan dan hanya bisa menunggu arahan.
Awak media yang hendak meliput juga tidak diperbolehkan masuk melewati gerbang utama. Hingga berita ini diturunkan, pihak BGN dan Kejaksaan Agung belum memberikan pernyataan resmi terkait penggeledahan tersebut. CNNIndonesia.com telah menghubungi Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah dan Direktur Penyidikan Syarief Sulaeman Nahdi, namun keduanya belum merespons.
Kronologi: Dari Rotasi Pimpinan hingga Operasi Kejagung
Penggeledahan ini berlangsung kurang dari 24 jam setelah Presiden Prabowo mencopot Dadan Hindayana dari posisi Kepala BGN. Dadan digantikan oleh Naniek S Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN. Tak hanya itu, dua wakil kepala BGN lainnya, Lodewyk Pusung dan Sonny Sonjaya, juga ikut dicopot.
Posisi yang ditinggalkan mereka kini diisi oleh Wakil Kepala BPKP Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono yang sebelumnya menjabat Wakil Direktur PT Agrinas Pangan Nusantara. Rotasi besar-besaran ini menjadi sinyal adanya masalah serius di tubuh lembaga yang mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) andalan pemerintah.
Mensesneg: Ada Dugaan Jual Beli dalam Program Makan Bergizi Gratis
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, saat merespons pertanyaan soal alasan pencopotan Dadan, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah melakukan audit internal. Audit itu menyasar dugaan praktik jual beli Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) dalam program MBG.
"Semua sedang dalam proses audit internal. Itu adalah bagian dari, sekali lagi kami sampaikan, bagian dari monitoring dan evaluasi terus menerus yang kita lakukan," kata Pras di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6).
Prasetyo menambahkan, ada banyak catatan yang menjadi dasar pertimbangan Presiden melakukan pergantian kepemimpinan di BGN. Mulai dari masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, tata kelola, hingga kedisiplinan menjaga kualitas makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh BGN.
Pemerintah Pastikan Program MBG Tak Terganggu
Di tengah hiruk-pikuk penggeledahan dan pergantian pimpinan, Prasetyo memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis harus tetap berjalan. Pelayanan kepada seluruh penerima manfaat tidak boleh terganggu. Ia meminta seluruh jajaran BGN tetap bekerja sebagaimana mestinya sesuai tugas dan fungsi mereka.
Namun, dengan digelarnya operasi penggeledahan oleh Kejagung, spekulasi publik mengenai kemungkinan adanya tindak pidana korupsi dalam program prioritas pemerintah ini semakin menguat. Publik kini menanti kejelasan dari hasil audit internal dan penggeledahan yang tengah berlangsung.