NUNUKAN — Ratusan keluarga di wilayah pesisir dan perbatasan Nunukan mulai menerima paket bantuan pangan setelah Wakil Bupati H. Hanafiah meresmikan program tersebut, Senin lalu. Bantuan tahap awal menyasar warga di Kecamatan Nunukan Selatan dan Sebatik.
Setiap paket bangan berisi beras 10 kilogram, minyak goreng dua liter, dan gula pasir satu kilogram. Pemerintah menargetkan 3.500 keluarga penerima manfaat dari total 12 desa dan kelurahan di dua kecamatan itu.
“Kami pastikan distribusi tepat sasaran. Data penerima sudah diverifikasi melalui pendataan DTKS dan koordinasi dengan kepala desa serta lurah,” ujar Hanafiah saat peluncuran di Gudang Bulog Nunukan.
Kenaikan harga beras di pasar tradisional Nunukan mencapai Rp 2.000 per kilogram dalam dua pekan terakhir. Di sisi lain, pasokan dari Sulawesi dan Kalimantan Timur sempat tersendat akibat cuaca buruk di Selat Makassar.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Nunukan, M. Arsyad, mengatakan program ini merupakan bagian dari operasi pasar bersubsidi yang dianggarkan melalui APBD Perubahan 2025. “Kami alokasikan Rp 1,2 miliar untuk pembelian dan distribusi hingga Desember nanti,” katanya.
Warga yang terdaftar sebagai penerima dapat mengambil paket di balai desa atau kantor kelurahan masing-masing. Bagi lansia dan penyandang disabilitas, petugas Satgas Pangan akan mengantarkan langsung ke rumah.
Di Kecamatan Sebatik, bantuan didistribusikan menggunakan perahu motor karena akses darat terbatas. “Kami kerahkan empat perahu dari Dinas Perhubungan untuk menjangkau kampung-kampung di pulau terluar,” tambah Arsyad.
Seorang penerima di Desa Tanjung Karang, Siti Rahma (42), mengaku terbantu. “Harga beras mahal, anak saya tiga masih sekolah. Bantuan ini cukup untuk sebulan,” katanya.
Pemkab Nunukan berencana menambah kuota penerima pada Januari 2026 jika anggaran daerah memungkinkan. Saat ini, evaluasi distribusi tahap pertama akan dilakukan pekan depan.