Bukan Sekadar Tawar-Menawar, InDriver Bawa Model Negosiasi Harga ke Pasar Transportasi Online Indonesia

Penulis: Boyke Sihombing  •  Selasa, 02 Juni 2026 | 00:07:01 WIB
InDrive hadir di Indonesia dengan sistem negosiasi harga langsung antara penumpang dan pengemudi.

KALIMANTAN UTARA — Dunia transportasi online Indonesia punya pemain baru dengan cara main yang berbeda. InDrive, aplikasi yang hadir di lebih dari 45 negara, membawa sistem negosiasi harga langsung antara penumpang dan pengemudi. Model ini bertolak belakang dengan aplikator besar yang menggunakan algoritma dinamis atau surge pricing yang kerap melonjak saat hujan atau jam sibuk.

Awal Mula: Dari Grup Facebook di Tengah Badai Salju

Semuanya berawal dari Yakutsk, Siberia, pada 2012. Suhu udara anjlok hingga minus 40 derajat Celcius. Perusahaan taksi lokal menaikkan tarif dua kali lipat secara sepihak. Warga yang kesulitan lalu bereaksi: sekelompok mahasiswa membuat grup media sosial bernama "Independent Drivers".

Di grup itu, penumpang dan sopir bernegosiasi langsung soal tarif. Tidak ada pihak ketiga yang mematok harga. Filosofi kebebasan memilih dan transparansi inilah yang kemudian menjadi fondasi utama perusahaan yang kini melakukan rebranding menjadi inDrive.

Cara Kerja: Penumpang Tawar, Sopir Bisa Tolak atau Balik Tawar

Di aplikasi ini, penumpang memasukkan destinasi lalu menawarkan harga yang dianggap wajar. Sopir yang menerima tawaran akan merespons. Namun, jika harga dirasa terlalu rendah, sopir bisa mengajukan penawaran balik atau counter-offer.

Setelah beberapa sopir merespons, penumpang tidak otomatis mendapat sopir acak. Mereka bisa memilih berdasarkan empat kriteria: harga termurah, rating sopir tertinggi, jenis kendaraan yang lebih luas, atau waktu kedatangan tercepat.

Komisi Lebih Rendah, Pendapatan Sopir Lebih Besar

Bagi mitra pengemudi, keuntungan finansial menjadi daya tarik utama. Jika kompetitor biasanya memotong 20% hingga 25% dari tarif penumpang, inDrive hanya mengambil komisi 10% hingga 15%. Artinya, meskipun tarif yang disepakati lebih rendah dari harga pasar, sopir tetap membawa pulang pendapatan bersih yang lebih besar.

Model ini dinilai relevan dengan karakteristik masyarakat Indonesia yang gemar bernegosiasi. InDrive menyebut pertumbuhan pengguna di Indonesia cukup masif, meski tidak merinci angka pastinya.

Apa yang Berubah bagi Penumpang?

Transparansi biaya menjadi jaminan utama. Harga yang disepakati di awal adalah harga yang dibayar — tidak ada biaya tersembunyi atau kenaikan mendadak karena hujan. Fitur keamanan tetap tersedia, termasuk berbagi lokasi perjalanan secara real-time ke keluarga atau teman.

Bagi pengemudi, otonomi kerja menjadi nilai lebih. Mereka tidak dipaksa mengambil orderan yang lokasinya terlalu jauh atau harganya terlalu rendah. Semua keputusan ada di tangan manusia, bukan algoritma.

Reporter: Boyke Sihombing
Sumber: mawar#4192 This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top