KALIMANTAN UTARA — Gol tunggal Koki Ogawa pada menit ke-87 menjadi penentu kemenangan Jepang. Namun, proses terciptanya gol itu bukan sekadar aksi individu, melainkan buah dari kejelian tim pelatih membaca regulasi terbaru soal waktu pergantian pemain.
IFAB, badan yang mengatur hukum permainan sepak bola, menerapkan aturan baru jelang Piala Dunia 2026. Pemain yang diganti kini hanya punya waktu 10 detik untuk meninggalkan lapangan melalui titik terdekat.
Jika melanggar, pemain pengganti dilarang masuk minimal satu menit setelah pertandingan dilanjutkan. Konsekuensinya, tim yang melanggar akan bermain dengan kekurangan pemain untuk sementara.
Islandia menjadi korban pertama aturan ini. Kristian Hlynsson ditarik keluar pada menit ke-87, tetapi gagal meninggalkan lapangan dalam batas waktu yang ditentukan. Alhasil, Isak Thorvaldsson harus menunggu sekitar satu menit sebelum diizinkan masuk.
Kekurangan jumlah pemain Islandia langsung dimanfaatkan Jepang. Gol Ogawa tercatat tercipta satu menit 54 detik setelah Thorvaldsson dilarang masuk lapangan. Samurai Biru sukses menekan pertahanan Islandia yang kocar-kacir.
Pelatih Jepang, Hajime Moriyasu, secara terbuka mengakui timnya memang memanfaatkan aturan baru tersebut. Ia juga mengingatkan anak asuhnya agar tetap waspada terhadap situasi serupa jika terjadi sebaliknya.
“Saya pikir para pemain menangani penyesuaian aturan baru hari ini dengan hampir tanpa masalah,” kata Moriyasu, melansir BBC. “Di bawah aturan baru, pemain tidak selalu bisa kembali ke lapangan secepat sebelumnya. Itu adalah hal yang perlu kita perhatikan.”
Moriyasu menekankan bahwa aturan ini bisa menjadi pedang bermata dua. Timnya sendiri harus disiplin agar tidak menjadi korban di masa depan. “Baik saat pergantian pemain maupun di momen lain, kita harus menghindari menciptakan celah yang memberi lawan kesempatan,” tegasnya.
Laga uji coba ini menjadi gambaran awal bagaimana tim-tim peserta Piala Dunia 2026 harus beradaptasi dengan regulasi anyar. Satu detik kelambanan bisa berujung pada kebobolan.