KALIMANTAN UTARA — Penyesuaian harga BBM nonsubsidi Pertamina per awal Juni 2026 membuat pengendara perlu lebih jeli memilih SPBU, terutama saat bepergian antarprovinsi. Sebab, selisih harga untuk satu jenis bahan bakar yang sama bisa berbeda cukup signifikan tergantung lokasi geografis dan status daerah tertentu, seperti FTZ Batam yang menawarkan harga lebih miring.
Pertamax Turbo (RON 98) menjadi salah satu varian dengan rentang harga terlebar. Di FTZ Batam, pengendara hanya perlu merogoh kocek Rp19.700 per liter. Namun, di wilayah Riau, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Utara, harganya melonjak hingga Rp21.650 per liter.
Di Pulau Jawa dan Bali, harga Pertamax Turbo lebih seragam di angka Rp20.750 per liter. Sementara itu, untuk wilayah Sumatera lainnya seperti Aceh, Sumatera Utara, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, banderolnya berada di Rp21.200 per liter.
Untuk bahan bakar subsidi, pemerintah belum melakukan penyesuaian harga. Pertalite (RON 90) tetap dijual Rp10.000 per liter di seluruh SPBU Pertamina se-Indonesia. Begitu pula Biosolar subsidi yang masih bertahan di Rp6.800 per liter.
Namun, perlu dicatat bahwa untuk wilayah Nusa Tenggara Timur, Pertamina juga menyediakan Biosolar non-subsidi dengan harga Rp22.900 per liter, sementara Biosolar subsidi tetap tersedia di Rp6.800. Hal ini penting diperhatikan bagi pemilik kendaraan diesel yang tidak memenuhi syarat subsidi.
Sebagai acuan utama, berikut rincian harga di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur:
Selain Riau yang menjadi termahal untuk Pertamax Turbo, wilayah FTZ Sabang justru menawarkan Pertamax termurah di Sumatera, yakni Rp11.550 per liter. Sementara itu, di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, harga Pertamax Turbo dan Pertamax sama dengan Riau, masing-masing Rp21.650 dan Rp12.900 per liter.
Untuk pengguna solar performa tinggi, Pertamina Dex di Riau dan Kalimantan Selatan dibanderol Rp25.900 per liter, lebih mahal Rp1.100 dibandingkan harga di Jawa yang Rp24.800 per liter.
Di kawasan Indonesia Timur, harga BBM nonsubsidi cenderung mengikuti pola yang sama dengan Sumatera. Untuk wilayah Papua, Pertamax Turbo dijual Rp21.200 per liter. Namun, untuk Papua Barat dan Papua Barat Daya, serta Papua Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Tengah, varian Pertamax Turbo tidak tercantum dalam daftar, hanya tersedia Pertamax biasa di Rp12.600 per liter.
Pengendara di Maluku dan Maluku Utara juga tidak mendapatkan opsi Pertamax Turbo dan Pertamina Dex, dengan pilihan tertinggi hanya Dexlite di Rp23.500 per liter.
Dengan adanya disparitas harga ini, pemilik kendaraan disarankan untuk selalu mengecek aplikasi MyPertamina atau bertanya langsung ke petugas SPBU sebelum melakukan pengisian, terutama saat bepergian ke luar kota. Perubahan harga BBM nonsubsidi ini mengikuti dinamika harga minyak dunia dan kebijakan operasional Pertamina Patra Niaga.