Grand Final MPL ID S17: Onic Hadapi Bigetron di Duel Best-of-Seven Perebutan Gelar

Penulis: Fiqri Ramadhan  •  Minggu, 14 Juni 2026 | 10:05:32 WIB
Onic dan Bigetron bersiap bertarung di Grand Final MPL ID S17 dengan format best-of-seven.

KALIMANTAN UTARA — Grand Final MPL ID S17 mempertemukan dua tim dengan jalan yang berbeda menuju puncak. Onic mengamankan tiket lebih dulu usai membantai Geek Fam 4-1 di Upper Bracket Final. Sementara BTR harus melewati lower bracket dan menyingkirkan Geek Fam dengan skor sama di laga penentuan. Kemenangan itu sekaligus memastikan duel ulang melawan Onic yang sudah ditunggu-tunggu.

Format Best-of-Seven dan Taruhan Mental

Sistem playoff musim ini menghadirkan format double elimination, tapi Grand Final dan Lower Bracket Final pakai best-of-seven. Ini memberi ruang lebih besar bagi kejutan dan comeback. Setiap draft pick, setiap rotasi, dan setiap team fight jadi krusial. Tidak ada celah untuk kesalahan kecil.

Bagi BTR, laga ini lebih dari sekadar perebutan gelar. Kekalahan 3-4 dari Onic di upper bracket meninggalkan luka yang kini berubah menjadi motivasi. Mereka ingin membuktikan bahwa kekalahan itu bukan akhir, melainkan awal dari kebangkitan. Di sisi lain, Onic datang dengan misi mempertahankan dominasi sebagai tim terbaik Indonesia di era terbaru MLBB.

Jalan Menuju Final: Konsistensi vs Kebangkitan

Onic tampil konsisten sepanjang musim dengan gaya permainan terstruktur dan solid. Mereka menjadi favorit berdasarkan performa. Namun, BTR punya satu senjata yang tak bisa diukur dengan statistik: dendam yang telah berubah menjadi fokus. Tim Robot Merah menunjukkan ketahanan mental luar biasa saat bangkit dari lower bracket setelah nyaris tersingkir oleh Geek Fam di game pertama.

Pertandingan ini bukan hanya soal skill individu atau strategi tim. Ini soal kesiapan psikologis menghadapi tekanan panggung terbesar. Dua tim, dua filosofi, satu takhta. Dan di balik layar, jutaan pasang mata penggemar MLBB Indonesia menunggu siapa yang akan keluar sebagai raja musim ini.

Lebih dari Gelar: Tiket ke MSC 2026 Sudah di Tangan

Kedua tim sudah memastikan diri lolos ke MSC 2026, turnamen internasional yang akan berlangsung di Paris beriringan dengan Esports World Cup mulai 1 Juli mendatang. Namun, gelar MPL S17 tetap menjadi mahkota paling prestisius. Ini simbol keunggulan domestik yang menjadi fondasi reputasi di kancah global. Bagi para pemain, penggemar, dan manajemen, takhta MPL adalah harga mati.

Duel best-of-seven ini akan menentukan siapa yang lebih siap secara teknis, emosional, dan psikologis. Tidak ada ruang untuk kesalahan. Setiap pick dan ban bisa menjadi penentu takdir. Dua tim, satu panggung, satu mahkota.

Reporter: Fiqri Ramadhan
Sumber: sumbawanews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top