KALIMANTAN UTARA — Program subsidi kendaraan listrik roda dua yang digulirkan pemerintah melalui Kementerian Perindustrian kembali berlanjut tahun ini. Syaratnya masih sama: motor harus memiliki Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 40 persen, dan pembeli cukup bermodalkan KTP elektronik. Potongan Rp7 juta langsung dipotong dari harga jual di dealer resmi, sehingga sejumlah model bisa ditebus dengan harga di bawah Rp7 juta.
Berdasarkan data yang tercantum di portal Sisapira (Sistem Informasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Roda Dua), ada empat motor listrik yang masuk kategori ini. Namun perlu dicatat, semuanya masih menggunakan baterai tipe lead-acid, bukan lithium yang lebih ringan dan awet.
Exotic Sterrato: Motor Termurah, Cuma Rp5,59 Juta
PT Roda Pasifik Mandiri memasarkan Exotic Sterrato dengan harga Rp5.590.000 setelah subsidi. Motor ini dibekali motor 800W dan baterai 48V lead-acid yang sanggup menempuh jarak sekitar 40 km per pengisian penuh. Kecepatan maksimalnya terbatas di 50 km/jam.
Cocok untuk pengguna yang hanya butuh mobilitas harian jarak dekat, seperti ke pasar atau antar-jemput anak sekolah. Desainnya sederhana dan ringan, tapi tidak ada fitur canggih seperti rem cakram belakang atau bagasi luas.
Exotic Vito dan Mizone: Dua Pilihan dengan Karakter Berbeda
Masih dari pabrikan yang sama, Exotic Vito dibanderol Rp5.790.000. Spesifikasinya mirip Sterrato—motor 800W, baterai 48V lead-acid—tapi dengan tampilan bodi yang lebih modern. Jarak tempuhnya sedikit lebih panjang, diklaim 40–50 km per charge.
Naik satu tingkat, ada Exotic Mizone seharga Rp6.190.000. Ini adalah satu-satunya motor di daftar yang pakai motor 1.000W, sehingga akselerasi dan kecepatan puncaknya lebih tinggi: 75 km/jam. Jarak tempuhnya juga naik jadi 60 km per pengisian. Bobotnya 96 kg dengan kapasitas beban 150 kg, cukup untuk boncengan ringan.
Greentech Scood VRLA: Jarak Tempuh Terjauh di Kelas Rp7 Jutaan
Greentech Scood VRLA dari PT Greentech Global Engineering dijual Rp7.500.000—sedikit di atas batas Rp7 juta, tapi masih menarik karena jarak tempuhnya mencapai 100 km per charge. Motor ini menggunakan baterai KK Super Graphene 72V 32Ah yang diklaim lebih tahan lama dari lead-acid biasa. Garansi baterainya 15 bulan.
Motor 1.500W ini mampu melaju hingga 65 km/jam, dan sudah dilengkapi rem cakram depan-belakang. Kapasitas beban maksimalnya 175 kg, paling besar di antara keempat model. Cocok untuk pengemudi ojol atau komuter jarak menengah.
Tips Sebelum Beli: Jangan Tertipu Harga Sebelum Subsidi
Yang perlu diingat, harga-harga di atas sudah termasuk potongan subsidi Rp7 juta. Pastikan dealer tidak menaikkan harga sebelum subsidi secara sepihak. Cek juga ketersediaan kuota di daerah masing-masing melalui situs Sisapira, karena setiap wilayah punya alokasi terbatas.
Baterai lead-acid memang lebih murah, tapi umurnya hanya 1–2 tahun. Jika budget bisa ditambah sedikit, motor dengan baterai lithium seperti Greentech Scood versi lithium (Rp9,57 juta) atau Volta 401 (Rp9,95 juta) yang sudah mendukung sistem swap baterai bisa jadi investasi jangka panjang yang lebih hemat. Biaya operasional motor listrik sendiri sangat rendah: sekitar Rp1.000–Rp2.000 per charge, atau Rp50–100 per km.