TANJUNG SELOR — Dispora Kaltara tak hanya fokus pada pembenahan infrastruktur olahraga di tingkat desa. Dalam waktu dekat, instansi ini akan menyasar pengembangan ekonomi anak muda melalui program peningkatan kapasitas kewirausahaan.
Kepala Dispora Kaltara, Bustan, mengungkapkan bahwa kunjungan kerja ke Malinau pada 24 Juni mendatang akan diisi dengan kegiatan sosialisasi dan pelatihan. Acara ini ditargetkan menjaring sekitar 40 peserta dari kalangan pemuda di kabupaten tersebut.
“Kunjungan ke beberapa kabupaten, termasuk nanti di tanggal 24 Juni saya akan ke Malinau, tapi terkait dengan mendorong terkait dengan kewirausahaan pemuda,” ungkap Bustan, Kamis (18/6/2026).
Dalam pelaksanaannya, Dispora Kaltara menggandeng Dispora Kabupaten Malinau. Bustan memastikan akan menghadirkan narasumber yang berkompeten di bidangnya.
“Kita juga menghadirkan praktisi, pengusaha muda yang sudah sukses, nanti saya minta sebagai pembicara,” tuturnya.
Selain praktisi, materi juga akan disampaikan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM (Perindagkop) Malinau. Hal ini diharapkan bisa memberikan gambaran utuh soal peluang usaha dan regulasi bagi peserta.
Lokasi pelaksanaan acara masih dalam tahap finalisasi. Dispora Kaltara mengedepankan konsep yang fleksibel dan tidak kaku.
“Beberapa opsi tempat yang tengah dipertimbangkan antara lain aula sekolah (SMK), kafe, hingga konsep ruang terbuka (outdoor),” tegas Bustan.
Pemilihan tempat yang bervariasi ini dinilai penting agar suasana pelatihan lebih santai dan interaktif, sehingga peserta lebih leluasa berdiskusi dengan para narasumber.
Melalui program ini, Bustan berharap lahir embrio-embrio pengusaha muda baru yang mampu memajukan perekonomian daerah. Ia menilai semangat kewirausahaan pemuda perlu terus dipupuk agar tidak hanya bergantung pada sektor formal atau pemerintahan.
“Diharapkan lahir embrio-embrio pengusaha muda baru yang mampu memajukan ekonomi daerah Kaltara,” pungkasnya.
Program ini menjadi salah satu langkah strategis Dispora Kaltara dalam menjawab tantangan pengangguran dan mendorong kemandirian ekonomi pemuda di wilayah perbatasan.