KALIMANTAN UTARA — Langkah PT Merdeka Gold Resources Tbk (MGR) untuk mencatatkan saham di bursa saham Hong Kong (HKEX) mendapat sambutan hangat dari investor kelas kakap. Sejumlah nama besar seperti Glencore International AG, Trafigura Pte. Ltd., dan Mercuria Holdings ikut dalam daftar investor inti yang siap menyerap saham perseroan.
Manajemen MGR mengumumkan, investor cornerstone telah berkomitmen membeli 49,9% dari total saham yang ditawarkan dalam penawaran dasar. Angka ini merupakan batas maksimal yang diizinkan aturan pencatatan di HKEX. Proses bookbuilding atau penawaran kepada investor institusi akan berlangsung mulai Rabu ini hingga 23 Juni 2026.
Tambang Emas Pani: Aset Kelas Dunia dengan Potensi Eksplorasi Masif
Daya tarik utama bagi investor global adalah kualitas Tambang Emas Pani di Gorontalo. Per 31 Desember 2025, tambang ini mengantongi sumber daya mineral 7,0 juta ounce emas dan cadangan bijih 5,2 juta ounce emas, menjadikannya salah satu deposit emas primer terbesar di Asia.
Yang lebih menarik, potensi itu baru tergarap dari area seluas 135 hektar di sekitar pit utama Pani. Padahal, total konsesi MGR mencapai 14.670 hektar. Artinya, masih ada ruang eksplorasi yang sangat luas. Pengeboran terbaru di Prospek Kolokoa, satu kilometer dari pit utama, sukses menambah 445 ribu ounce emas, mendongkrak total sumber daya menjadi 7,4 juta ounce.
Presiden Direktur Merdeka Gold Resources, Boyke P. Abidin, menegaskan dukungan investor global ini adalah bentuk pengakuan terhadap kualitas aset dan prospek jangka panjang perseroan. "Komitmen investor global dalam transaksi ini mencerminkan kepercayaan terhadap kualitas Tambang Emas Pani, kemampuan eksekusi Perseroan, serta prospek pertumbuhan jangka panjang yang kami miliki," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (17/6).
Produksi Mulai Mengalir, Target Puncak 545 Ribu Ounce
Proyek ini sudah memasuki fase produksi. MGR mencatatkan first gold pour pada Februari 2026 dan penjualan emas perdana pada Maret 2026. Dengan strategi pengembangan bertahap, kapasitas pengolahan tambang ditargetkan mencapai 22 juta ton per tahun pada 2028. Lonjakan kapasitas ini diharapkan mendukung produksi emas tahunan puncak sekitar 545 ribu ounce.
Tak hanya volume besar, biaya produksinya pun kompetitif. Sepanjang masa tambang (life-of-mine), estimasi all-in sustaining cost (AISC) sebelum royalti pemerintah hanya US$794 per ounce. Angka ini menjadi nilai tambah bagi investor yang sensitif terhadap efisiensi.
Seluruh saham yang ditawarkan dalam IPO Hong Kong ini merupakan saham sekunder milik pemegang saham minoritas. Pemegang saham pengendali, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), dipastikan tidak akan menjual satu pun sahamnya dan tetap mempertahankan kepemilikan strategisnya di MGR.
Rencana pencatatan saham ini didukung oleh UBS dan CITIC Securities sebagai sponsor utama. Sederet bank investasi global seperti Morgan Stanley, HSBC, CICC, dan Macquarie bertindak sebagai joint bookrunners, menunjukkan skala internasional dari aksi korporasi ini.